JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, di Istana Merdeka pada Selasa (21/4/2026). Pertemuan strategis ini membahas laporan realisasi investasi sepanjang 2025 serta mengunci komitmen investasi jumbo senilai ratusan triliun rupiah yang siap masuk ke Indonesia.
Menteri Rosan melaporkan bahwa potensi investasi tahun 2026 menunjukkan tren positif, terutama pada sektor hilirisasi yang menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam Kabinet Merah Putih.
Fokus Asia Timur: Komitmen Jepang dan Korea Selatan
Salah satu poin krusial dalam laporan tersebut adalah perkembangan komitmen investasi dari dua mitra strategis Asia Timur, yakni Jepang dan Republik Korea (Korea Selatan). Total investasi dari kedua negara tersebut diproyeksikan mencapai Rp570 triliun.
”Pemerintah fokus pada percepatan realisasi. Investasi senilai Rp570 triliun dari Jepang dan Korea ini akan diarahkan pada sektor manufaktur berteknologi tinggi dan penguatan ekosistem hilirisasi yang berkelanjutan,” tulis pernyataan resmi Pemerintah, Selasa (21/4).
Hilirisasi Sebagai Mesin Pencipta Lapangan Kerja
Presiden menekankan bahwa setiap komitmen investasi harus segera dikonversi menjadi unit usaha produktif di lapangan. Pemerintah berkomitmen memberikan kepastian hukum dan kemudahan birokrasi agar program hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai tambah ekspor, tetapi juga menciptakan lapangan kerja masif bagi rakyat Indonesia.
Langkah agresif ini merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo untuk memperkuat fundamental ekonomi nasional di tengah dinamika global, sekaligus memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi utama di kawasan ASEAN.




