JAKARTA — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mendadak menggelar sayembara unik di tengah memanasnya pusaran kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Dituding ikut menitipkan “titik” Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mantan Kasad itu dengan tegas membantah spekulasi bahwa dirinya memelihara proyek dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
”Kalau ada yang menemukan dapurnya Pak Dudung, saya kasih hadiah,” kelakar Dudung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026. Penegasan berbalut tantangan berhadiah ini dilempar ke publik guna membersihkan namanya dari daftar inventaris masalah yang kini sedang digarap aparat penegak hukum di lingkaran BGN.
Logika kronologi yang dibangun Dudung sebenarnya tipikal gaya pejabat kita ketika nama mereka mendadak muncul di lembar kesaksian hukum: niatnya murni menolong atas nama umat. Sekitar setengah tahun lalu, sejumlah pengurus pesantren—yang memiliki ribuan santri kelaparan akan gizi—mengadu kepadanya. Sebagai jenderal yang dekat dengan ulama, Dudung merasa terpanggil untuk menjembatani mereka langsung ke meja Dadan Hindayana agar pesantren tersebut bisa dijadikan titik dapur resmi.
Sayangnya, niat mulia mengenalkan makelar proposal dengan pemegang otoritas anggaran ini justru berujung bias di lapangan. Berkas administrasi yang katanya sudah rapi jali, nyatanya mandek total di tingkat staf birokrasi. Saat Dudung mengecek perkembangan proyek tersebut beberapa minggu lalu, jangankan kepulan asap masakan gizi, fondasi fisik dapurnya pun ternyata belum berwujud sama sekali.
Bagi publik yang sudah telanjur skeptis dengan aroma amis tata kelola MBG sejak awal perencanaan, pembelaan diri “saya hanya mengenalkan, setelah itu tidak tahu-menahu” ini tentu terasa sangat familier. Di negeri ini, garis batas antara “membantu mempercepat jalur birokrasi demi kemaslahatan” dan “intervensi jabatan untuk menitipkan titipan” memang setipis kulit bawang. Kita lihat saja apakah sayembara berhadiah dari KSP ini sukses membungkam kritik, atau justru memancing para pemburu data untuk benar-benar membongkar isi dapur sesungguhnya.
INFORMASI UTAMA
KSP Dudung Abdurachman mengklarifikasi keterkaitan namanya dalam pusaran kasus korupsi eks pimpinan BGN terkait alokasi proyek titik distribusi pangan. Ikuti kronologi lengkapnya di laman detikcom.




