MATARAM — Universitas Mataram (Unram) resmi memasuki babak baru kepemimpinan. Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Mataram periode 2026–2030 pada Rabu, 11 Maret 2026. Pelantikan ini menandai dimulainya era “Transformasi Berdampak”, sebuah visi ambisius untuk membawa kampus terbesar di Nusa Tenggara Barat ini keluar dari zona nyaman menara gading menuju rekognisi global yang konkret.
Kepemimpinan Prof. Sukardi memikul beban ekspektasi besar: menyambung estafet kejayaan dari periode sebelumnya sembari memastikan riset dan inovasi Unram tidak berhenti di jurnal, melainkan memberi solusi pada isu-isu strategis kawasan, mulai dari ketahanan pangan hingga hilirisasi industri.
Target Unggul dan Berdaya Saing Global
Di bawah nahkoda baru, Unram diproyeksikan akan mengakselerasi peningkatan peringkat internasional melalui penguatan kolaborasi riset lintas negara dan optimalisasi publikasi ilmiah yang berorientasi pada keberlanjutan (sustainability). Slogan “Kampus Berdampak” menjadi komitmen bahwa setiap gerak akademis harus memiliki korelasi positif terhadap kesejahteraan masyarakat lokal di NTB dan kontribusi nyata bagi bangsa.
Transformasi ini juga menuntut modernisasi infrastruktur digital dan penguatan tata kelola kampus yang lebih lincah (agile) guna menjawab tantangan disrupsi pendidikan tinggi di era kecerdasan artifisial.
Menanti Langkah Taktis
Dilantiknya Prof. Sukardi bukan sekadar pergantian wajah, melainkan sinyal bahwa Universitas Mataram siap bertransformasi menjadi pusat gravitasi intelektual di Indonesia Timur. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana menerjemahkan semangat “berdampak” ke dalam kebijakan internal yang mendorong dosen dan mahasiswa untuk lebih aktif berinovasi. Publik dan dunia usaha kini menanti kerja nyata Unram di bawah kepemimpinan baru ini untuk bisa membantu mewujudkan visi Provinsi NTB “Makmur Mendunia”.
BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:
Trump Nyetir Amerika, Tapi Rem dan Gasnya Dipegang Netanyahu?



