LOMBOK TENGAH — Arus mudik udara di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mencatatkan anomali positif pada H-4 Idulfitri 1447 H. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat melakukan inspeksi mendadak pada Ahad (15/3), mengonfirmasi bahwa volume penumpang telah menembus angka 9.000 orang, melampaui prediksi moderat otoritas bandara yang sebelumnya dipatok di angka 8.000.

​Lonjakan ini tidak hanya dipandang sebagai beban operasional, tetapi juga sinyal makroekonomi. “Tahun lalu pergerakan terasa lebih rendah. Kenaikan tahun ini diharapkan menjadi indikator daya beli dan kondisi ekonomi masyarakat yang kian pulih,” ujar Miq Iqbal usai menerima paparan dari manajemen PT Angkasa Pura I.

Mitigasi Operasional dan Extra Flight

​Menyikapi eskalasi penumpang menuju rute primer seperti Jakarta dan Surabaya, maskapai penerbangan telah menyiagakan tujuh penerbangan tambahan (extra flight). Meski pergerakan internasional dari Malaysia dan Singapura serta kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih dalam status stabil, puncak arus diprediksi baru akan mencapai titik kulminasi pada H-3.

​Selain kesiapan armada, Gubernur memberikan catatan krusial mengenai human factor dalam keselamatan penerbangan. Ia menekankan pentingnya audit kesehatan bagi kru pesawat di tengah jadwal yang kian padat ( tight scheduling). “Kesehatan kru adalah fondasi keselamatan. Di periode padat seperti ini, pemeriksaan medis rutin sebelum terbang tidak boleh ditawar,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *