AMBARA

Tamu Minggu Malam di Kertanegara

​DI SAAT SEBAGIAN besar warga ibu kota sedang menikmati sisa akhir pekan untuk beristirahat, lampu-lampu di kediaman Presiden Prabowo Subianto justru tetap menyala terang benderang. Pada Minggu malam, 14 Juni 2026, Presiden secara mendadak memanggil dua pejabat teras ekonomi: Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

​Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi adanya pertemuan di luar jam kerja reguler tersebut. Namun, Mayor Teddy buru-buru meredam spekulasi liar dengan menyatakan bahwa kehadiran Purbaya dan Bahlil semata-mata hanya untuk menyerahkan laporan berkala kepada Kepala Negara.

Pembelaan normatif dari Seskab Teddy jelas tidak serta-merta dipercaya oleh para analis politik makro. Di tengah situasi domestik yang sedang menghangat akibat rentetan aksi demonstrasi mahasiswa dan “orkestra klakson” pengendara yang memprotes kenaikan harga bbm nonsubsidi serta kebijakan pajak, pemanggilan menteri ESDM dan bos otoritas keuangan pada minggu malam tentu membawa pesan yang jauh lebih serius daripada sekadar “menyerahkan laporan”.

​Logikanya, jika laporan itu bersifat administratif dan rutin, ia bisa dengan mudah dikirim melalui nota dinas kementerian pada Senin pagi. Kehadiran fisik Bahlil—yang memegang kendali atas kebijakan hulu-hilir energi—dan Purbaya di kediaman Prabowo mengindikasikan adanya skenario mitigasi darurat yang harus segera diputuskan sebelum pasar keuangan dan lantai bursa dibuka keesokan harinya. Istana tampaknya mulai menyadari bahwa mengabaikan jeritan kelas menengah di jalanan bisa berakibat fatal bagi stabilitas rezim.

​Pertemuan larut malam ini juga kian menguatkan desas-desus mengenai rencana perombakan pot menteri teknis ekonomi dalam waktu dekat. Publik kini tinggal menunggu, apakah hasil dari “kuliah malam” di Kertanegara ini akan melahirkan kebijakan baru yang bisa sedikit menurunkan tensi kemarahan rakyat di jalanan, atau justru menjadi panggung bagi-bagi tugas baru demi menyelamatkan muka pemerintah dari tuduhan kegagalan pengelolaan fiskal domestik.

​

INFORMASI UTAMA

Pertemuan mendadak pada Minggu malam antara Presiden Prabowo, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Bahlil Lahadalia memicu rumor konsolidasi internal kabinet. Informasi pembaruan beritanya dapat dipantau di BPMI Setpres.

Foto cover: Pertemuan tengah malam di Kertanegara (Dijepret BPMI Setpres)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *