MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) membantah tudingan adanya kekacauan distribusi ternak di Pelabuhan Gili Mas. Sebaliknya, Pemprov menegaskan bahwa pengiriman hewan kurban menuju Jabodetabek pada tahun 2026 ini berjalan jauh lebih sistematis dan terencana dibandingkan periode sebelumnya.
Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik (Aka), menjelaskan bahwa pelaksanaan lalu lintas ternak tahun ini mengalami perbaikan signifikan berkat langkah antisipatif sejak dini. Hal ini penting mengingat NTB merupakan lumbung ternak nasional yang memasok sekitar 20.000 ekor sapi per tahun untuk kebutuhan Iduladha di wilayah ibu kota.
Pertemuan Dua Arus Logistik: Ternak dan Jagung
Terkait kepadatan yang sempat terjadi di beberapa pelabuhan, Aka mengklarifikasi bahwa fenomena tersebut bukan disebabkan oleh kegagalan sistem pengaturan ternak. Kepadatan tersebut merupakan dampak dari bertemunya dua arus logistik besar secara bersamaan di NTB.
”Kepadatan yang terjadi bukan karena kegagalan sistem, tetapi karena adanya pertemuan dua arus logistik besar secara bersamaan, yaitu pengiriman ternak dan masa panen jagung raya di NTB. Keduanya menggunakan moda transportasi yang sama, yakni truk dan tronton,” jelas Aka, Rabu (15/4/2026).
Langkah Strategis dan Pembentukan Satgas Terpadu
Untuk meminimalkan kendala di lapangan, Pemprov NTB telah menetapkan kerangka kerja melalui Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.1-127 Tahun 2026 tentang Pembentukan Satuan Tugas Terpadu Lalu Lintas Hewan Kurban. Berikut adalah poin-poin mitigasi yang dilakukan:
- Penjadwalan Ketat: Penerbitan rekomendasi dan sertifikat veteriner diatur secara terjadwal guna menghindari pengiriman massa di waktu yang sama.
- Pembatasan Kuota Harian: Menetapkan batas maksimal 20 truk/tronton per kabupaten/kota setiap harinya, disesuaikan dengan kapasitas kapal.
- Fasilitas Kesehatan: Memastikan kehadiran dokter hewan di lapangan dan penyediaan air minum ternak melalui dukungan BPBD dan Karantina.
- Optimalisasi Jalur: Berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk penambahan armada di Pelabuhan Lembar/Gili Mas serta penguatan jalur tol laut via Pelabuhan Bima.
Aka menutup dengan menegaskan bahwa meski kapasitas angkutan laut dari pusat belum sepenuhnya optimal, pengaturan di tingkat daerah tetap solid. Distribusi ternak dipastikan aman dan tidak merugikan peternak, sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai pemasok hewan kurban nasional yang andal dan profesional.




