MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menempatkan desa sebagai episentrum baru dalam peta pembangunan daerah. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan arah kebijakan tersebut melalui penguatan empat pilar utama: pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, pariwisata, dan pelestarian lingkungan.
Visi pembangunan berbasis desa ini disampaikan pria yang akrab disapa Miq Iqbal tersebut saat menerima audiensi Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Lombok Timur di Kantor Gubernur, Kamis, 30 April 2026. Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang penyelarasan program strategis antara level provinsi dengan unit pemerintahan terkecil.
”Pembangunan harus dimulai dari desa. Empat pilar ini menjadi fondasi utama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Miq Iqbal.
Pada pilar pengentasan kemiskinan, Pemprov NTB membidik intervensi pada desa-desa yang masuk kategori kantong kemiskinan, dengan fokus utama di wilayah Lombok Timur. Program “Desa Berdaya” akan menjadi instrumen kunci yang mengintegrasikan bantuan sosial dengan pemberdayaan ekonomi serta penguatan kapasitas perangkat desa.
Di sektor ketahanan pangan, desa diinstruksikan mengoptimalkan potensi pertanian dan peternakan lokal. Sementara itu, untuk pilar pariwisata, pengembangan akan diarahkan pada pemanfaatan kearifan lokal sebagai mesin ekonomi baru. Kendati demikian, Gubernur mewanti-wanti agar ekspansi ekonomi tersebut tidak mengabaikan pilar pelestarian lingkungan.
”Pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan. Desa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keseimbangan ekosistem ini,” ujarnya.
Tak hanya infrastruktur fisik dan sosial, Miq Iqbal juga memperkuat dukungan ekonomi melalui akses pembiayaan. Melalui Bank NTB Syariah, pemerintah berupaya memperluas akses kredit bagi UMKM dan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Mengingat Lombok Timur sebagai kantong PMI terbesar, Gubernur mendorong skema keberangkatan zero cost agar para pekerja migran tidak terjerat utang sejak awal.
Ketua FKKD Lombok Timur, Khairul Ihsan, menyambut positif penetapan pilar strategis ini. Ia menyatakan kesiapan seluruh pemerintah desa di Lombok Timur untuk menjadi motor penggerak di lapangan guna mewujudkan NTB yang makmur dan berdaya saing.
STRATEGIC AUDIT: EMPAT PILAR DESA NTB 2026
| Pilar Pembangunan | Instrumen Strategis |
|---|---|
| Pengentasan Kemiskinan | Program Desa Berdaya & Intervensi Kantong Kemiskinan |
| Ketahanan Pangan | Optimalisasi Sektor Pertanian & Peternakan Lokal |
| Pariwisata & Lingkungan | Wisata Berbasis Budaya & Konservasi Sumber Daya Alam |
| Ekonomi PMI | Skema Zero Cost & Pembiayaan KUR Bank NTB Syariah |
Analysis: Getnews Data Intelligence Unit | Regional Development Report 2026.




