EKRAF

Pacu Akselerasi IP Lokal, Kementerian Ekraf Jajaki Aliansi Strategis dengan YouTube

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi dari YouTube dan Google Indonesia di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (11/6/2026). (Ekraf/GETNEWS.)

JAKARTA — Jangkar industrialisasi kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) dan ekosistem konten digital nasional kini resmi memasuki fase hilirisasi makro yang agresif. Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf)/Badan Ekonomi Kreatif bergerak taktis menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan platform siber berbagi video raksasa dunia, YouTube, guna mempercepat laju pertumbuhan 17 subsektor ekraf sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional (the new engine of growth).

​Langkah penjajakan aliansi global ini diposisikan oleh otoritas eksekutif sebagai jangkar taktis untuk merespons instruksi langsung Presiden RI Prabowo Subianto, yang menuntut optimalisasi pemanfaatan teknologi advanced dan penyerapan investasi asing guna mendongkrak kurva PDB nasional di tengah volatilitas moneter global.

​Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa orkestrasi kemitraan ini difokuskan pada penguatan legalitas kekayaan intelektual, perluasan jangkauan talenta daerah ke panggung dunia, serta integrasi komprehensif antara kreativitas tapak dan nilai ekonomi makro agar kreator lokal mampu bertindak sebagai pemain utama di pasar internasional.

​“Pemerintah berkomitmen hadir bukan sekadar sebagai regulator statis, melainkan bertindak sebagai matchmaker yang menghubungkan kebutuhan industri dengan platform raksasa global seperti YouTube. Fokus utama kita adalah mendiskusikan standardisasi industri konten siber, transfer teknologi kecerdasan artifisial (AI), serta memastikan IP lokal bertema legenda Nusantara mampu naik kelas menguasai pasar hiburan global secara pruden,” urai Teuku Riefky Harsya di Jakarta.

Replikasi Sukses 13,9 Juta Pengikut dan Penguatan Vokasi Kreator

​Langkah Kementerian Ekraf dalam menggandeng raksasa siber Amerika Serikat ini dipicu oleh draf evaluasi atas lonjakan performa beberapa IP lokal unggulan di subsektor film, animasi, dan video. Salah satu contoh manifes keberhasilan yang disorot adalah kanal animasi Rizky Riplay di bawah PT Riplay Kreatif Studio, yang sukses meraup 13,9 juta pengikut melalui konten kreatif komedi-horor Nusantara.

​Melalui kolaborasi terintegrasi bersama YouTube, pemerintah berambisi memasifkan program inkubasi berbasis gamified learning, memperketat edukasi pedoman komunitas (community guidelines) bagi homeless media, serta membuka ruang magang massal berskala industri bagi pelajar dan mahasiswa vokasi di tanah air.

​Akselerasi siber ini dirancang berjalan beriringan dengan gelombang penataan moral pelayanan publik yang diamanatkan dalam SE Pengendalian Gratifikasi Nomor 7 Tahun 2026 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), guna memastikan seluruh fasilitasi modal insentif negara bagi pegiat kreatif terdistribusi secara objektif, transparan, adil, dan bebas dari intervensi vendor cangkang (shell company) fiktif.

Injeksi Ekonomi Kreatif bagi Hub Internasional NTB

​Di level regional, draf kerja sama makro Kementerian Ekraf dan YouTube ini diproyeksikan memberikan stimulus ekonomi taktis bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal. Pelatihan kreator konten siber berbasis budaya lokal ini dapat dioptimalkan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB untuk menyokong program transisi Desa Berdaya.

​ASITA NTB yang baru saja merestrukturisasi kepengurusannya untuk periode 2026–2031 dipastikan membutuhkan pasokan konten digital kreatif berkualitas tinggi guna mempromosikan destinasi wisata hub internasional Mandalika, Pulau Lombok, dan Pulau Sumbawa di ranah siber global.

​Dengan memanfaatkan algoritma distribusi internasional YouTube secara berkepastian hukum, talenta industri kreatif Bumi Gora berpotensi memproduksi konten orisinal bernilai jual tinggi, menarik arus kunjungan pelancong asing saat momentum event dunia, serta mengunci perputaran devisa pariwisata daerah secara inklusif dan berkelanjutan di kancah nasional.

INDONESIA INSIGHTS: STRATEGIC AUDIT JAJAKAN KOLABORASI KEMENTERIAN EKRAF X YOUTUBE 2026

Klaster Subsektor / PlatformParameter Kerja Sama & Transfer Teknologi SiberOutput Manajemen Risiko & Ketahanan Monetisasi Konten Daerah
YouTube Platforms x Kementerian Ekraf RI

(Fokus: Animasi, Video, & Hak IP Digital)
1. Target Utama: Akselerasi perlindungan kekayaan intelektual (IP) konten kreator lokal ke pasar global.

2. Modul Pelatihan: Penerapan AI-powered tools untuk standardisasi penyuntingan video dan kurasi hak cipta.
1. Mitigasi Risiko Pelanggaran Hak Cipta: Sinkronisasi sistem e-katalog IP bersama YouTube secara taktis mengisolasi karya animator nasional dari risiko pencurian digital lintas negara (*IP infringement mitigation*), mengamankan hak royalti musisi dan kreator secara pruden.

2. Akselerasi Devisa Kreatif NTB: Kolaborasi siber ini wajib dimanfaatkan Dinas Pariwisata NTB untuk memacu talenta muda Lombok membuat konten sinematik berskala ekspor, menangkap peluang penyerapan pemirsa global yang sedang tertuju pada momentum Piala Dunia 2026.

3. Sistem Kontrol Transparansi Monetisasi: Pemerintah didesak membangun dasbor siber pengawasan perpajakan digital bersama guna mengunci kepatuhan hukum pajak penghasilan (*PPh kargo kreatif*) para YouTuber papan atas, mengeliminasi celah pencucian uang tanpa moral hazard.

Audit Ekonomi Kreatif: Getnews Digital Economy & Creative Industries Policy Unit | Evaluasi Aliansi Perusahaan Teknologi Global, Manajemen Risiko Hak Kekayaan Intelektual, dan Akuntabilitas Investasi Sektoral, Juni 2026.

Baca juga artikel lainnya Sowan Bebas Aktif ala Prabowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *