AMBARA

Jaket Kuning Mengepung Trunojoyo

JIKA ISTANA MENGIRA bahwa gerakan kritis mahasiswa bisa diredam total lewat skema “amplop perdamaian” seperti skandal setoran Rp20 juta yang menyeret oknum BEM UBK, maka mereka baru saja melakukan draf kalkulasi politik yang keliru. Aliansi Badan Executif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) memilih menaikkan tensi perlawanan dengan menggelar aksi unjuk rasa masif tepat di depan pintu gerbang Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Rabu, 1 Juli 2026.

​Massa aksi berkostum jaket kuning tersebut datang membawa tuntutan makro yang sangat radikal: mendesak pencopotan segera Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya sebagai Kapolri. Langkah ekstrem ini diambil sebagai akumulasi kemarahan sosiologis atas rentetan draf penegakan hukum yang dinilai kian represif, ugal-ugalan, dan murni bertindak sebagai tameng politik penguasa pasca-ketukan palu revisi UU Polri di DPR.

Logika pergerakan BEM UI kali ini membongkar draf kepalsuan jargon “tahapan dan aturan” yang kerap dipamerkan Kapolri ke depan kamera. Para mahasiswa mengaitkan desakan pencopotan ini dengan borok operasional intelijen keamanan di lapangan, mulai dari dugaan penyuapan aktivis guna menjinakkan demo, tindakan menutup-nutupi kamera sidang Dokter Tifa di PN Jaktim, hingga tragedi diklat maut Kopdes rasa kopral senilai Rp30 juta yang merenggut lima nyawa sarjana penggerak desa. Di mata mahasiswa, Trunojoyo hari ini lebih mirip korporasi pengamanan kroni ketimbang pelindung hajat hidup masyarakat sipil.

​Serangan terbuka di jantung pengamanan negara ini menjadi lawakan sosiologis berikutnya yang menampar muka Kabinet Merah Putih. Di saat mantan menteri milenial Nadiem Makarim baru saja dijatuhi draf vonis 10 tahun penjara yang sukses bikin investor asing lari terbirit-birit versi Bloomberg, institusi kepolisian justru sibuk dituding melakukan kriminalisasi terhadap para kritikus siber. Sementara aliansi akademisi berjuang lewat berkas Amicus Curiae di Mahkamah Konstitusi demi menyelamatkan dana sekolah dari kanibalisme program katering gratis, dana taktis tak resmi untuk operasi pembungkaman suara kritis di jalanan justru diduga mengalir subur tanpa audit keuangan.

​Menghadapi kepungan jaket kuning di depan markasnya, draf pertahanan kepolisian dipastikan tidak akan cukup kuat jika hanya bersandar pada tameng prosedural formil atau perintah pembubaran paksa. Aksi mahasiswa UBK yang bisa dibeli dengan recehan Rp20 juta terbukti gagal menjadi draf standar bagi gerakan moral di kampus-kampus besar yang mandiri. Jika Presiden Prabowo Subianto tetap kekeuh mempertahankan posisi nakhoda Trunojoyo demi mengamankan stabilitas kongsi politik elite peninggalan era lama, maka lambaian tangan seremonial saat aksi blusukan kosmetik di depan warga dipastikan akan segera disambut dengan gemuruh mosi tidak percaya yang jauh lebih menyengat dari seantero negeri.

INFORMASI UTAMA

Gelombang demonstrasi mahasiswa di depan Mabes Polri memperpanjang barisan mosi tidak percaya publik terhadap netralitas korps baju cokelat. Runtutan orasi lapangan ini dipantau secara langsung melalui portal berita Tribunnews.com.

Foto cover: Demo Mahasiswa UI (Dijepret istimewa Tribunnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *