AMBARA

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Mundur: Pilih Berobat ke Luar Negeri, Tetap Diminta Prabowo Jaga Gawang

​ADA KALANYA JABATAN tinggi di pemerintahan harus rela ditinggalkan bukan karena kalah saing atau kena reshuffle akibat salah kebijakan, melainkan karena urusan yang paling demokratis di dunia ini: faktor kesehatan.

​Kabar mengejutkan datang dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati. Secara resmi, beliau mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan struktural lembaga yang mengurusi program makan bergizi tersebut. Alasan utamanya sangat manusiawi: beliau harus fokus berobat untuk mengatasi penyakit jantung yang sedang dideritanya.

​Dalam pengumuman resminya di akun Facebook pribadi pada Rabu (22/7), Nanik mengaku sudah menghadap langsung kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan niat mundur tersebut, dan pimpinan tertinggi di negeri ini pun akhirnya memberikan lampu hijau.

​Untuk urusan pengobatan, Bu Nanik memilih melipir sejenak ke luar negeri guna mencari second opinion alias pertimbangan medis kedua. Tentu saja, keputusan berobat ke luar negeri ini langsung diberi catatan kaki oleh beliau sendiri agar warganet tidak keburu julid:

“Ini bukan karena tidak percaya kepada dokter-dokter hebat di Indonesia, tetapi saya ingin mendapatkan second opinion, sekaligus atas rekomendasi seorang rekan di tempat tujuan pengobatan,” tulisnya.

​Maklum saja, pejabat publik yang memutuskan berobat ke luar negeri memang sering kali jadi bahan perbincangan hangat di grup-grup WhatsApp. Jadi, antisipasi dini lewat klarifikasi terbuka adalah langkah pengamanan mental yang sangat bijak.

​Namun, yang menarik dari drama pengunduran diri ala birokrasi ini bukanlah sekadar urusan izin sakitnya, melainkan babak selanjutnya. Meskipun sudah resmi menanggalkan kursi Kepala BGN, Presiden Prabowo tampaknya belum rela melepaskan tangan dingin Bu Nanik begitu saja dari program prioritas tersebut.

​Presiden dikabarkan tetap meminta Nanik untuk mengawal operasional dan arah kebijakan Badan Gizi Nasional. Bahkan, sebagai bentuk kompromi agar beliau bisa fokus berobat tanpa kehilangan kendali strategis, pemerintah berencana membentuk struktur baru berupa Dewan Pengawas BGN dan memproyeksikan Nanik untuk duduk sebagai ketua dewan tersebut.

​Ibarat pemain sepak bola senior yang sudah tidak kuat lari 90 menit di lapangan tengah, tapi tenaganya masih terlalu berharga untuk disuruh pulang, beliau langsung digeser jadi coach atau pengawas dari pinggir lapangan.

​Keputusan ini sekaligus menunjukkan betapa krusialnya posisi Nanik Sudaryati dalam mengawal program-program mercusuar pemerintah di bidang gizi. Mundur dari jabatan struktural harian iya, tapi urusan mengawasi dapur besar negara sepertinya masih harus tetap dipantau dari bilik rumah sakit luar negeri.

​Selamat beristirahat dan lekas pulih, Bu Nanik. Semoga urusan jantungnya lekas beres, dan semoga Dewan Pengawas BGN nantinya tidak bikin pusing kepala bertambah!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *