MACRO Nusa Tenggara Barat

Di Tengah Normalisasi Tambang, Fondasi Ekonomi NTB Tetap Kuat

MATARAM — Meskipun aktivitas sektor pertambangan kini memasuki fase normalisasi, struktur perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terbukti memiliki ketahanan yang luar biasa. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, perekonomian wilayah ini pada Triwulan II Tahun 2026 sukses mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 7,41% (y-on-y).

​Capaian gemilang ini menempatkan NTB sebagai provinsi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Indonesia, berada jauh di atas rata-rata pertumbuhan nasional.

Tabel Lengkap Audit Strategis: Indikator Makroekonomi NTB Triwulan II 2026
Indikator MakroCapaian & Hasil Analisis BPS NTB (Triwulan II 2026)
Pertumbuhan EkonomiTumbuh impresif sebesar 7,41% (y-on-y), tertinggi kedua secara nasional
Diversifikasi SektorPenggerak ekonomi semakin beragam mencakup sektor pertanian, pariwisata, hingga industri pengolahan
Penurunan KemiskinanAngka kemiskinan berhasil ditekan, berkurang hingga 26,07 ribu orang dalam setahun terakhir
KetenagakerjaanPeluang kerja meningkat dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menyentuh level 2,98%
Pemerataan (Gini Ratio)Rasio ketimpangan semakin menurun, menandakan distribusi hasil pembangunan yang lebih merata

Ketahanan ekonomi NTB tidak lagi bertumpu sepenuhnya pada sektor ekstraktif. Penguatan mesin ekonomi kini merata melalui sektor pertanian, pariwisata, hingga industri pengolahan. Dampak positif dari transformasi struktural ini pun dirasakan langsung oleh masyarakat luas melalui perbaikan indikator kesejahteraan sosial.

​Pemerintah Provinsi NTB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dan berkolaborasi menjaga momentum positif ini demi mewujudkan NTB yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *