Mengejar rezeki di perut bumi memang butuh perjuangan. Tapi kalau caranya dengan menggali lubang tikus tanpa alat pengaman di areal Pertambangan Tanpa Izin (PETI), namanya bukan lagi berjuang—melainkan nekat taruhan nyawa demi sekantung pasir emas.
Tragedi memilukan kembali terjadi di Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa. Tiga orang penambang tewas tertimbun di dalam lubang galian tambang emas ilegal. Kejadian ini mendadak bikin gempar warga sekitar dan memicu reaksi keras dari jajaran politisi lokal.
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa langsung menyampaikan duka cita mendalam, sekaligus menggelar aksi “sentilan keras” ke pihak berwenang yang dinilai hobi main mata atau pura-pura tidak tahu ada aktivitas lubang maut tersebut.
Dilema “Nekat demi Cuan” vs Pengawasan yang Ogah-Ogahan
Kematian tiga warga di Lantung ini langsung membongkar fakta lapangan yang sejatinya sudah jadi rahasia umum:
- Helm Proyek Enggan, Baju Zirah Tak Punya: Aktivitas PETI di Sumbawa ini benar-benar definisi “nekatsaurus”. Bertaruh di dalam celah tanah yang rentan longsor hanya berbekal senter kepala dan cangkul, tanpa standar operasional keamanan (SOP) sama sekali.
- PDIP Sumbawa Auto Bersuara: Melihat ada korban jiwa, PDIP Sumbawa langsung mendesak aparat penegak hukum dan Pemkab Sumbawa buat tidak cuma sibuk berduka, tapi juga bertindak tegas. “Jangan sampai tunggu ada yang tertimbun lagi baru sweeping-sweeping ketat!” kira-kira begitu desakannya.
- Cari Cuan Bossman, Yang Korban Warga Lokal: Lucunya (sekaligus tragisnya), yang sering jadi korban di lubang tambang adalah warga kecil yang kepepet urusan dapur. Sementara para cukong atau bos besar penyedia modal tambang ilegal biasanya tetap santai menikmati hasil sambil minum kopi di tempat aman.
Mau Sampai Kapan Lubang Maut Dibiarkan?
Kematian tiga penambang di Lantung ini harusnya jadi alarm paling bising buat Pemkab dan aparat setempat. Kalau kawasan tambang liar cuma ditertibkan pas ada berita duka lalu dibiarkan lagi begitu suasana sepi, jangan kaget kalau lubang-lubang ilegal di Sumbawa bakal terus menagih korban.
Masyarakat butuh mata pencaharian yang aman dan legal, bukan arena permainan Russian Roulette versi lubang galian emas!




