MATARAM — Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memberikan pengarahan strategis kepada seluruh jajaran personel Kantor SAR Mataram, Senin (12/10/2026). Langkah ini menjadi bagian penting dari penguatan kesiapsiagaan operasional serta peningkatan mutu pelaksanaan tugas pencarian dan pertolongan (search and rescue) di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Dalam arahannya, Kabasarnas menggarisbawahi krusialnya kesiapan personel, dukungan sarana prasarana, serta kecepatan dan ketepatan respons saat menangani berbagai situasi kedaruratan. Tingginya frekuensi ajang internasional dan potensi bencana alam di NTB menuntut keandalan standar prosedur operasional secara menyeluruh.
”Kesiapsiagaan harus menjadi prioritas bagi seluruh personel. Pastikan kemampuan personel, kesiapan peralatan, dan prosedur operasi selalu terjaga agar pelaksanaan tugas pencarian dan pertolongan dapat berjalan optimal,” tegas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin, peningkatan kompetensi, serta penguatan sinergi lintas instansi dengan potensi SAR daerah. Hadir mendampingi dalam kegiatan pengarahan tersebut, Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Mayor Jenderal TNI (Mar) Edy Prakoso, Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin, serta Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi.
Audit Strategis: Pilar Penguatan Operasional Kantor SAR Mataram
| Pilar Arahan | Fokus Implementasi & Implikasi Pelayanan Public |
|---|---|
| Kesiapsiagaan Utama | Perawatan sarana prasarana rutin dan pemeliharaan kompetensi personel demi kecepatan pemindaian serta respons darurat. |
| Sinergi Potensi SAR | Penguatan koordinasi terpadu bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan komunitas relawan lokal di NTB. |
| Keselamatan Operasi | Penerapan prinsip zero accident bagi personel SAR melalui kepatuhan ketat terhadap Standard Operating Procedure (SOP). |
*Sumber: Humas Basarnas / Kantor SAR Mataram (Data Diolah)
(Cecev Syaifudin)




