AMBARA

Rutan Pondok Bambu Buka VIP Tier: Pakai HP Seharga Mobil Mewah, Geser Kasur Bayar Setengah Juta!

​Kreativitas bisnis di dalam lembaga pemasyarakatan kita ternyata makin hari makin inovatif, futuristik, dan sangat menguji batas iman. Setelah publik dibuat melotot dengan wahana “apartemen pemasyarakatan” di Lapas Cibinong, kini Rutan Kelas I Pondok Bambu, Jakarta Timur, resmi memamerkan pricelist layanan internal yang harganya bikin sultan sekalipun bakal mikir dua kali.

​Melansir laporan resmi dari persidangan Komisi II DPR yang dikutip TV Parlemen. Anggota Ombudsman RI Syafrida Rasahan membeberkan hasil sidak dadakan mereka. Temuannya sangat fantastis: untuk bisa memegang dan menggunakan handphone di dalam sel, warga binaan diduga dipatok pungli sebesar Rp250 juta!

​Ibarat kata, itu harga iPhone bekas plus pendaftaran IMEI paling mahal sepanjang sejarah peradaban manusia.

​Pricelist Resmi Rutan Pondok Bambu: Lebih Mahal dari Biaya Kuliah Kedokteran

​Daftar “fitur tambahan” yang dibongkar Ombudsman di gedung dewan ini benar-benar menyuguhkan tarif mikrotransaksi yang sangat aduhai:

  • ​Paket Super VIP HP (Rp250 Juta): Bawa smartphone ke dalam rutan ternyata biayanya setara memboyong satu unit mobil Honda HR-V bekas atau bayar uang pangkal kuliah kedokteran swasta. Dengan tarif seperempat miliar rupiah, sinyal WhatsApp di Rutan Pondok Bambu mendadak punya nilai prestise setara kecepatan jaringan 6G!
  • ​Fitur Geser Kasur / “Turun Kamar” (Rp500 Ribu): Bosan di kamar lama atau mau pindah ke tempat yang ventilasinya agak mendingan? Warga binaan wajib bayar “biaya administrasi geser sel” setengah juta rupiah. Tanpa top-up, ya siap-siap saja bertahan di sel yang overcrowded.
  • ​Air Clean-Free (Maksudnya Mampet): Di saat tarif screentime HP dipatok setinggi langit, urusan paling mendasar seperti air bersih justru sering mampet dan kerannya mati. Blok C dan D dijubeli tahanan sampai empet-empetan mirip ikan asin di dalam kemasan, sementara Blok A sengaja disisa longgar—mungkin lagi nunggu player yang sanggup bayar biaya up-grade kamar!

​Ketika Rutan Mengadopsi Sistem Game Pay-to-Win

​Mendengar temuan Ombudsman ini, kita cuma bisa geleng-geleng kepala sambil mengelus dada. Rutan yang sejatinya didesain sebagai tempat pertaubatan dan pembinaan moral kini malah beroperasi mirip aplikasi gim freemium pay-to-win:

​Kalau kamu main gratisan (free player), kamu harus sabar mandi pakai air seujung gayung dan tidur berdesakan. Tapi kalau kamu whaler alias sultan yang rela top-up Rp250 juta, kamu bisa menikmati fitur eksklusif melintasi jaringan internet dari dalam sel!

​Pihak Rutan berjanji bakal melakukan “penataan dan penempatan ulang”. Kita tunggu saja, apakah penataan ini benar-benar menghapus pungli, atau sekadar pengumuman revisi pricelist pendaftaran HP untuk kuartal berikutnya!

Foto cover: Anggota Ombudsman RI Syafrida Rasahan (tv parlemen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *