MATARAM — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sinta M. Iqbal, mendorong agar riset dan dokumentasi ilmiah mengenai kain tradisional (wastra) dijadikan fondasi kuat untuk memperkokoh identitas budaya, daya saing industri, serta nilai ekonomi tenun daerah.
Pesan strategis tersebut ditegaskan Sinta Iqbal saat memberikan sambutan pada acara peluncuran dan bedah buku bertajuk “Two Islands, One Thread: Lombok and Bali Textiles from the Michael Abbott Collections” di BaleKita, Mataram, pada Kamis (29/10/2026).
Buku komprehensif setebal 572 halaman ini merupakan buah penelitian ilmiah lintas negara yang digarap intensif selama 3,5 tahun. Karya literatur tersebut berhasil merekam ratusan motif kain tradisional Lombok serta mengungkap jejak hubungan historis dan kulturalnya yang erat dengan Bali.
Audit Strategis: Pemanfaatan Dokumentasi Wastra NTB & Pemberdayaan Ekonomi Perajin 2026
| Vektor Parameter | Rincian Substantif & Arahan Ketua Dekranasda NTB |
|---|---|
| Karya Literatur & Riset | “Two Islands, One Thread: Lombok and Bali Textiles from the Michael Abbott Collections” (572 Halaman, Hasil Riset 3,5 Tahun). |
| Ketua Dekranasda NTB | Hj. Sinta M. Iqbal (Menekankan dokumentasi ilmiah sebagai pijakan daya saing ekspor). |
| Nilai Substantif Tenun | Mengandung narasi sejarah antarbangsa, warisan leluhur lintas generasi, dan identitas peradaban. |
| Target Dampak Ekonomi | Meningkatkan posisi tawar wastra di kancah internasional serta mendongkrak kesejahteraan perajin dan UMKM lokal. |
*Sumber: Diskominfotik Pemprov NTB / Dekranasda NTB (Data Diolah per 30 Oktober 2026)
Tenun NTB Simpan Narasi Sejarah Antarbangsa untuk Kesejahteraan Perajin
Ketua Dekranasda NTB, Sinta Iqbal, mengutarakan bahwa tenun NTB tidak boleh sekadar dinikmati dari aspek keindahan visualnya semata, melainkan harus dipahami sebagai warisan budaya bernilai tinggi yang menyimpan deretan narasi sejarah hubungan antarbangsa.
Pihaknya berharap terbitnya buku pendokumentasian motif ini menjadi pemantik utama bagi Pemprov NTB dan Dekranasda untuk terus mempromosikan wastra kebanggaan daerah ke kancah global. Penguatan citra budaya di kancah internasional ini ditargetkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi peningkatan taraf hidup, pendapatan, dan keberlanjutan para perajin tenun serta pelaku UMKM lokal di Nusa Tenggara Barat.




