Skip to content
getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • FREE PALESTINE
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET CULTURE
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • OASE
  • NEWS
  • NTB
  • FREE PALESTINE
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET CULTURE
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • OASE
  • NEWS
  • NTB
Close

Search

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • FREE PALESTINE
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET CULTURE
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • OASE
  • NEWS
  • NTB
  • FREE PALESTINE
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET CULTURE
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • OASE
  • NEWS
  • NTB
Close

Search

Airlangga Hartarto: industri tekstil dan produk tekstil (TPT) kini menjadi garda terdepan dalam menghadapi risiko proteksionisme AS (istimewa/GETNEWS)
ANALISISGET INSIGHT

Benteng Baru Benang Nasional

By Redaksi GETNEWS.
14 Januari 2026 2 Min Read
0

​JAKARTA, getnews.co.id — Pemerintah resmi mengambil langkah ofensif untuk menyelamatkan industri sandang dalam negeri. Lewat tangan dingin Danantara, Indonesia segera membentuk BUMN Tekstil baru dengan suntikan dana jumbo sebesar 6 miliar dolar AS (sekitar Rp95 triliun). Langkah berani ini diambil sebagai respons atas ancaman kebijakan tarif Amerika Serikat yang diprediksi bakal mengguncang pasar ekspor global.

​Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) kini menjadi garda terdepan dalam menghadapi risiko proteksionisme AS. Pembentukan entitas baru ini diharapkan mampu melakukan modernisasi mesin dan memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir, sekaligus melindungi jutaan tenaga kerja yang menggantungkan hidup di sektor ini.

Trade & Industry Risk Audit

“Getnews mengendus bahwa pembentukan BUMN Tekstil baru ini adalah ‘sabuk pengaman’ diplomasi ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan Washington. Investasi 6 miliar dolar AS ini bukan sekadar soal membeli mesin baru, tapi soal kedaulatan industri garmen kita agar tidak tergilas oleh tarif impor yang mencekik. Bagi masyarakat di daerah konsumen seperti NTB, penguatan sektor TPT nasional ini sangat krusial; stabilitas harga pakaian di pasar lokal sangat bergantung pada kemampuan industri domestik untuk tetap berproduksi di tengah badai global. Jangan sampai dana besar ini habis hanya untuk menambal kebocoran manajemen lama, tanpa ada lompatan teknologi yang nyata.”

Menghadang Badai Tarif AS

​Kebijakan tarif AS seringkali menjadi mimpi buruk bagi eksportir tekstil Asia. Dengan membentuk BUMN tunggal yang kuat di bawah koordinasi Danantara, pemerintah ingin memastikan industri garmen Indonesia memiliki posisi tawar yang lebih tinggi. Fokus utama entitas ini adalah efisiensi energi produksi dan diversifikasi pasar agar tidak hanya bergantung pada satu poros perdagangan global.

​Matriks Proyeksi: Pembentukan BUMN Tekstil Baru 2026

​Berikut adalah peta jalan investasi dan target strategis yang dirangkum Redaksi Getnews:

Textile SOE Investment Roadmap: Danantara Intervention
Indikator InvestasiTarget & Nilai
Total Dana Investasi6 Miliar Dolar AS (via Danantara).
Tujuan UtamaMitigasi Tarif AS & Modernisasi Industri.
Status KorporasiBUMN Tekstil Baru (Sektor Hulu-Hilir).
Dampak Tenaga KerjaPenyelamatan Juta-an Pekerja Garmen Nasional.
Sumber: Analisis Industri Getnews | Data: Kemenko Perekonomian & Antara 2026

Modernisasi atau Sekadar Injeksi?

​Pemerintah menyadari bahwa industri tekstil nasional sudah terlalu lama “tidur” dengan mesin-mesin tua yang boros energi. Kehadiran BUMN baru ini diharapkan membawa angin segar melalui otomatisasi dan penggunaan material ramah lingkungan. Ujian sesungguhnya bagi Danantara adalah memastikan dana 6 miliar dolar ini benar-benar mengalir ke restrukturisasi fundamental, bukan sekadar menjadi talangan utang bagi unit-unit bisnis yang sudah tidak produktif.

Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

BUMN TEKSTILDANANTARAIndustri Tekstil
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
Gubernur Iqbal menginstruksikan agar penggunaan lahan untuk Koperasi Merah Putih dilakukan secara rasional dan sesuai ketentuan minimal pusat. (GETNEWS)
Previous

Aset Daerah di Rak Koperasi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (ketiga kanan) bersama mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso (kedua kanan), Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (kedua kiri), Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo (ketiga kiri), dan Kepala Kejaksaan DKI Patris Yusrian Jaya (kanan) menyaksikan pembongkaran tiang monorel di Jalan H. R. Rasuna Said, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Pemprov DKI Jakarta mulai membongkar sebanyak 109 tiang monorel mangkrak, sekaligus akan melakukan penataan pedestrian dan taman di Jalan H. R. Rasuna Said dengan alokasi anggaran Rp102 miliar. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa)
Next

Tiang Mangkrak yang Akhirnya Tumbang

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 GETMEDIA GROUP