JAKARTA — Dua brand fesyen lokal binaan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf), yakni KaIND dari Pasuruan dan Rengganis dari Bandung, sukses unjuk gigi di ajang bergengsi Jakarta Fashion Week (JFW) 2027. Kesempatan emas ini diraih usai kedua jenama tersebut lolos kurasi ketat program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK) dan tampil di pop-up store Dewi’s Luxe Market, Pondok Indah Mall 3, Jakarta.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar, hadir langsung memberikan dukungan penuh pada perhelatan bertema “City of New Lights” tersebut. Turut hadir mendampingi dalam perhelatan tahunan edisi ke-18 ini Ketua DPR RI Puan Maharani serta Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan.
Pemerintah menegaskan partisipasi jenama lokal binaan ASIK di panggung JFW 2027 merupakan langkah krusial untuk memperluas jejaring bisnis, membuka jangkauan pasar global, sekaligus membuktikan daya saing industri fesyen Nusantara di kancah internasional.
Audit Strategis: Jenama Binaan Kemenekraf di Jakarta Fashion Week (JFW) 2027
| Vektor Parameter | Rincian Substantif & Tinjauan Ekosistem Fesyen |
|---|---|
| Program Pendampingan | Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK) Kemenekraf / Bekraf RI. |
| Jenama Lokal Tampil | – KaIND (Pasuruan, Jatim) – Founder Melie Indarto (Fokus serat alam & perajin lokal). – Rengganis (Bandung, Jabar) – Founder Riri Rengganis (Fesyen ready-to-wear kebaya modern). |
| Lokasi & Etalase Wastra | Pop-up store Dewi’s Luxe Market di JFW 2027 (PIM 3, Jakarta). Menampilkan 111 desainer nasional. |
| Apresiasi Kemenekraf | Wamenekraf Irene Umar sebut standar penyelenggaraan JFW setara Paris Fashion Week. |
*Sumber: Kementerian Ekonomi Kreatif/Bekraf RI (Data Diolah per 30 Oktober 2026)
Inovasi Serat Alam KaIND dan Modernisasi Kebaya Rengganis
Pendiri KaIND, Melie Indarto, mengutarakan bahwa keikutsertaannya dalam JFW 2027 melalui jalur program ASIK Kemenekraf menjadi ruang vital untuk memperkenalkan inovasi material tekstil berbasis serat alam serta keterampilan perajin lokal Pasuruan ke ekosistem industri yang lebih luas.
Sementara itu, pendiri Rengganis, Riri Rengganis, menyampaikan apresiasi atas pendampingan berkelanjutan dari Kemenekraf yang tidak berhenti pada sesi pelatihan semata, melainkan memfasilitasi akses interaksi langsung dengan konsumen pasar papan atas di Dewi’s Luxe Market. Rengganis sendiri dikenal dengan karya ready-to-wear kontemporer yang mengangkat modernisasi kebaya tradisional.

Sejajarkan JFW dengan Paris Fashion Week, Dorong Ekspor Kreatif
Wamenekraf Irene Umar menegaskan bahwa Kementerian Ekraf berkomitmen mendorong jenama lokal untuk tidak sekadar tampil di panggung peragaan busana, tetapi juga aktif membangun jejaring bisnis (networking) dengan para pembeli domestik maupun internasional.
”Tata panggung dan profesionalisme Jakarta Fashion Week edisi ke-18 ini berada di level tertinggi dan sudah berstandar internasional. Jakarta Fashion Week siap bersaing dengan Paris Fashion Week,” puji Irene Umar.
Dalam agenda tersebut, Wamenekraf juga menyaksikan peragaan busana BINhouse karya desainer kenamaan Obin bertajuk “DARI HATI KE TANGAN” yang mengusung 48 koleksi wastra Nusantara bernilai seni tinggi.




