​MATARAM — Inovasi pelayanan publik dinilai tidak boleh berhenti sebatas gagasan atau catatan administratif semata, melainkan harus diwujudkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut ditekankan oleh Wakil Wali Kota Mataram, TGH. Mujiburrahman, saat menghadiri Penilaian Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat di Posyandu Al-Hidayah, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Jumat (30/10/2026).

​Posyandu Al-Hidayah sendiri hadir mewakili Kota Mataram dalam ajang evaluasi tingkat provinsi tahun ini, dengan mengunggulkan program kepedulian terhadap lanjut usia (lansia).

​Tabel Lengkap Audit Strategis: Evaluasi Posyandu Al-Hidayah Mataram ​
Parameter PenilaianDetail & Komitmen Pemerintah
Lokasi & PerwakilanPosyandu Al-Hidayah, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya (Mewakili Kota Mataram).
Fokus InovasiProgram peduli lanjut usia (lansia) berbasis nilai kemanusiaan dan keagamaan.
Kebijakan Skala KotaPemkot Mataram membuka peluang mengadopsi inovasi lokal menjadi program pelayanan kota.
Apresiasi KaderKetulusan, semangat, dan kebahagiaan kader menjadi motor utama pelayanan sepenuh hati.

Skala Luas untuk Inovasi Berbasis Masyarakat

​Dalam arahannya, Wakil Wali Kota menyatakan bahwa perhatian khusus kepada kelompok lansia merupakan bentuk penghormatan yang sarat nilai moral dan keagamaan. Pemerintah Kota Mataram bahkan membuka peluang untuk mengintegrasikan berbagai terobosan dari Posyandu Al-Hidayah agar dapat direplikasi menjadi program pelayanan standar di tingkat kota.

​Selain aspek program, apresiasi tinggi turut disampaikan kepada para kader posyandu. Menurut TGH. Mujiburrahman, kualitas fasilitas dan program tidak akan berjalan optimal tanpa didukung oleh ketulusan, antusiasme, dan kebahagiaan para kader dalam melayani warga.

Foto: Pemkot Mataram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *