Aroma Kopi dan Resi Penakluk Selat
MENJADI WARGA di ketinggian 1.156 meter di atas permukaan laut, tepatnya di Desa Sembalun, Lombok Timur, berarti harus akrab dengan dua hal: kabut dingin yang sering datang tanpa permisi dan kenyataan pahit bahwa wilayah Anda sering dianggap “ujung…
Menko Yusril dan Mantra ‘Follow the Money’: Saat Negara Berhenti Mengejar Orang dan Mulai Mengejar Dompet
FEATURE – Di dunia kejahatan keuangan, ada pepatah lama yang bilang: “Orang bisa bohong, tapi uang tidak bisa”. Menko Yusril Ihza Mahendra tampaknya sangat menghayati pepatah ini saat beliau menegaskan strategi follow the money sebagai…
Memburu Angka Delapan: Antara Optimisme Menkeu dan Nasib Sektor yang ‘Tidur Siang’
FEATURE – Di panggung Economic Outlook 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru saja melempar sebuah angka yang cukup untuk membuat para ekonom mengerutkan kening sekaligus menahan napas: 8 persen. Sebuah angka yang cantik, ambisius,…
Menjemput Ketulusan di Runway Bandara: Saat Aceh Menunjukkan Cara Bermain Diplomasi di Tengah Banjir
Lensa Satir: Antara Kemandirian Jakarta dan ‘Ketulusan’ Investor Global di Tanah Rencong. Di Jakarta, kita mendengar simfoni tentang “Kemandirian Fiskal” dan penolakan bantuan asing. Namun di Aceh, Gubernur Muzakir Manaf justru…
Desa Berdaya atau Desa ‘Diperdaya’? Menakar Nyali Orkestrasi Data di Tengah Kontras Kota-Desa
Di Desa Taman Ayu, Lombok Barat, sebuah panggung “orkestrasi” baru saja digelar. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dengan percaya diri menyebut provinsi hanya sebagai konduktor bagi gerakan bernama Desa Berdaya. Sebuah narasi yang manis…
Menghapus Utang di Atas Lumpur: Saat Kemenkeu Menjadi ‘Malaikat’ bagi Infrastruktur yang Karam
Di negeri ini, tampaknya kita harus menunggu hingga jalan-jalan utama tertimbun lumpur dan jembatan-jembatan hanyut terbawa banjir untuk melihat birokrasi kita bisa bersikap “fleksibel”. Wamenkeu Suahasil Nazara baru saja menebar janji yang…
Diplomasi ‘Kita Mampu’: Saat Helikopter Menjawab Desakan Status Darurat Nasional
Di tengah riuhnya desakan agar Jakarta segera menekan tombol “Darurat Nasional” untuk Sumatra, Presiden Prabowo Subianto justru memilih panggung yang berbeda: sebuah panggung kemandirian. Sambil memegang gagang telepon yang sibuk berdering…











