MATARAM — Kantor Bea Cukai Mataram memberikan fasilitas pelayanan pabean impor sementara bagi 13 kapal pesiar (yacht) asing peserta reli pelayaran dunia, World Atlantic Rally for Cruisers (World ARC) 2026. Rombongan kapal wisata internasional tersebut berlabuh di Medana Bay Marina, Kabupaten Lombok Utara, sejak 14 hingga 19 September 2026.
Masuknya kapal-kapal layar tersebut memanfaatkan skema kemudahan dokumen Vessel Declaration (VD). Dokumen ini berlaku sebagai pemberitahuan pabean resmi untuk impor sementara saat memasuki wilayah pabean Indonesia (entry point) hingga reekspor kembali (exit point).
Kepala Kantor Bea Cukai Mataram, Bambang Parwanto, menegaskan bahwa pemberian fasilitas pelayanan kemudahan pabean tetap dibarengi dengan prosedur pengawasan yang ketat demi menjaga keamanan wilayah.
”Kami siap mendukung penuh kesuksesan agenda World ARC 2026. Pelayanan serta pengawasan terhadap keberadaan yacht asing ini kami lakukan ketat untuk memastikan seluruh proses sesuai regulasi pabean dan bebas dari barang-barang berbahaya,” ujar Bambang.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelayanan pabean serta mempromosikan destinasi wisata bahari Lombok, rombongan yacht peserta World ARC 2026 secara resmi bertolak dari Medana Bay Marina pada Jumat (18/9/2026) untuk melanjutkan rute pelayaran internasional menuju Cocos Keeling, Australia.
Audit Strategis GetNews: Fasilitasi Pariwisata Bahari & Pengawasan Pabean
| Indikator Evaluasi | Potensi Dampak & Tantangan | Rekomendasi Strategis |
|---|---|---|
| Fasilitasi Dokumen VD | Birokrasi impor sementara yang rumit berisiko menurunkan minat pelayar internasional menjadikannya titik singgah. | Pengembangan integrasi penuh sistem Vessel Declaration digital guna mempercepat pemrosesan administrasi saat kedatangan. |
| Pengawasan Barang Kena Cukai/Komoditas Larangan | Risiko masuknya barang penyelundupan atau barang berbahaya di area entry point pelabuhan non-komersial. | Penerapan pemindaian berbasis risk assessment dan koordinasi intelijen pabean antar-titik exit/entry point pelayaran. |
| Dampak Ekonomi Lokal | Singgahnya kapal wisata belum optimal memberikan multiplier effect jika tidak terhubung dengan pelaku UMKM dan industri jasa lokal. | Kemitraan antara pengelola marina dan Pemda untuk paket tur lokal, suplai bahan logistik, dan layanan perawatan kapal. |




