BANGKOK — Perekonomian global tercatat tetap menunjukkan ketahanan (resilience) di tengah tingginya dinamika ketidakpastian yang dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan internasional, ancaman kejahatan siber, serta gejolak pasar keuangan global.
Kondisi tersebut mengemuka dalam rangkaian Pertemuan Tahunan International Monetary Fund dan World Bank (IMF-World Bank 2026) yang mencakup Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G20 (Finance Ministers and Central Bank Governors / FMCBG) di Bangkok, Thailand, pada 12–18 Oktober 2026.
Dalam forum ekonomi multilateral tersebut, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menekankan pentingnya penguatan kerja sama internasional guna membentengi ketahanan ekonomi kawasan. Salah satu langkah konkret yang terus didorong oleh Bank Indonesia adalah perluasan penggunaan mata uang lokal (Local Currency Transaction / LCT) dalam skema transaksi perdagangan dan investasi bilateral.
Penerapan LCT dinilai krusial untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang negara ketiga, menekan risiko paparan volatilitas nilai tukar global, serta mengefisiensikan biaya transaksi ekonomi antarnegara.
Audit Strategis: Kesepakatan Agenda Kebijakan Global FMCBG G20 & IMF-WB 2026
| Vektor Kebijakan | Rincian Kesepakatan & Inisiatif Strategis |
|---|---|
| Inisiatif Utama BI | Perluasan Local Currency Transaction (LCT) untuk perdagangan & investasi antarnegara. |
| Fokus Forum FMCBG G20 | Mitigasi fragmentasi perdagangan, stabilitas pasar keuangan, ketahanan siber, dan mitigasi risiko geopolitik. |
| Tujuan Stabilitas Regional | Memperkuat jaring pengaman finansial kawasan serta mengurangi dampak guncangan mata uang utama dunia. |
*Sumber: Siaran Pers Bank Indonesia (SP_2822826) (Data Diolah)




