GET !NSIGHT

Di Luar Deru Mesin, Berapa Banyak Uang MotoGP yang Tinggal di Lombok dan Sumbawa?

​Oleh: M Hero Firmansyah*

Setiap kali raungan mesin 1.000 cc MotoGP bergema di Pertamina Mandalika International Circuit, layar televisi dunia menayangkan keindahan pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB). Riuh penonton di tribun, kibaran bendera paddock, hingga kepulan asap ban di tikungan sirkuit menyajikan tontonan olahraga tingkat tinggi. Namun, begitu bendera finish dikibarkan dan piala diserahkan, sebuah pertanyaan klasik selalu kembali mengemuka: seberapa besar dampak riil pesta balap dunia ini bagi dompet masyarakat Lombok dan Sumbawa?

​Tidak bisa dimungkiri, kehadiran MotoGP di NTB membawa angin segar yang masif. Hotel-hotel di kawasan Mandalika hingga Kota Mataram dipenuhi tamu, tarif sewa kendaraan melonjak, dan lapak-lapak kuliner mendadak dipadati pengunjung. Sektor transportasi udara dan penyeberangan laut memetik panen singkat selama sepekan.

​Namun, jika kita membedah ekosistem ekonomi secara lebih dalam, ajang berskala internasional seperti MotoGP memiliki sifat alami berupa economic leakage atau kebocoran ekonomi yang cukup tinggi. Sebagian besar perputaran uang bernilai besar—mulai dari tiket penonton kelas atas, hak siar, porsi sponsor global, hingga logistik kargo utama—kembali berputar di lingkar organisasi internasional dan korporasi induk di luar daerah.

​Tantangan terbesar NTB bukanlah sekadar menjadi tuan rumah yang ramah selama tiga hari balapan, melainkan bagaimana menahan laju uang tersebut agar mengendap lebih lama di daratan Lombok hingga menembus Pulau Sumbawa.

​Dampak terhadap Pulau Sumbawa kini mulai terakselerasi melalui konsep rantai pasok pendukung (supporting hinterland). Lonjakan kunjungan wisatawan ke Lombok memicu efek limpahan (spillover effect) ke destinasi unggulan Sumbawa—seperti wisata hiu paus di Teluk Saleh, surfing di Lakey Dompu, hingga komoditas pangan lokal (daging sapi, jagung, dan kriya tenun) yang terserap untuk memenuhi kebutuhan logistik hospitalitas di Lombok. Selain itu, pengerahan tenaga kerja dan relawan asal kabupaten/kota di Pulau Sumbawa melengkapi keterlibatan inklusif seluruh wilayah NTB dalam ajang global ini.

​Langkah strategis membumikan dampak ajang ini juga terlihat dari penggunaan ratusan marshal asli putra daerah, pemberdayaan ribuan relawan dengan perlindungan jaminan sosial, hingga pembukaan ruang bagi ratusan UMKM di area bazar dan festival kuliner. Uang yang dibelanjakan pengunjung di lapak kuliner lokal atau jasa pemandu wisata daerah adalah uang yang langsung berputar di dapur rumah tangga warga.

​Pekerjaan rumah terbesar berikutnya adalah mewujudkan visi menjadikan Mandalika sebagai living destination—destinasi yang tetap hidup dan produktif selama 365 hari dalam setahun, bukan hanya riuh saat akhir pekan balapan. Sirkuit megah dan keindahan alam kawasan selatan harus terus diisi oleh festival budaya, pameran industri kreatif, ajang olahraga nasional, hingga kegiatan komunitas secara berkelanjutan.

​MotoGP Mandalika telah sukses menempatkan NTB di peta dunia. Kini saatnya memastikan bahwa deru mesin di lintasan sejalan dengan berputarnya roda ekonomi warga dari pesisir Lombok hingga daratan Sumbawa.

Struktur Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika (Lombok & Sumbawa)

Cakupan WilayahPeluang & Manfaat LangsungTantangan & Strategi Retensi Uang
Pulau Lombok (Ring 1)Lonjakan okupansi hotel, kenaikan tarif transportasi, dan omzet pedagang kuliner lokal saat event.Mencegah fluktuasi harga ekstrem (price gouging) agar iklim pariwisata tetap ramah dalam jangka panjang.
Pulau Sumbawa (Hinterland)Limpahan kunjungan wisata (Teluk Saleh/Lakey), penyerapan komoditas pangan/peternakan lokal, serta serapan marshal asal Sumbawa/Dompu/Bima.Penguatan konektivitas penyeberangan (Kayangan–Pototano) dan paket wisata lintas pulau (Lombok-Sumbawa tour).
Keberlanjutan Wilayah (365 Hari)Penguatan brand NTB sebagai pusat sport tourism dan kriya budaya skala dunia.Mengakuisisi event ajang non-balap secara rutin agar infrastruktur pendukung tidak mengalami idle capacity.

*Sumber: Analisis Redaksi GetNews / Data Olahan Ekosistem Ekonomi Mandalika

Foto cover; Marc Marquez jajal Sirkuit Mandalika (Marc Marquez)
*CEO GETMEDIA GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *