​JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, mendesak Kementerian Kesehatan dan pemerintah pusat untuk segera menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya Provinsi Kalimantan Tengah. Langkah penanganan darurat medis ini dinilai mendesak menyusul memburuknya kualitas udara yang sudah berada pada taraf membahayakan kesehatan publik.

​Krisis Kesiapan Medis dan Kelompok Rentan

​Irma menegaskan bahwa paparan asap pekat yang berlangsung lama telah memicu lonjakan kasus gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga dengan penyakit penyerta. Banyak laporan dari masyarakat mengeluhkan kondisi anak-anak yang mengalami sesak napas akut dan membutuhkan perawatan intensif.

​Melalui penetapan status KLB, Kementerian Kesehatan diharapkan dapat segera memobilisasi bantuan darurat berupa penambahan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan, ketersediaan pasokan obat-obatan, serta penguatan kapasitas ruang rujukan di rumah sakit daerah terdampak parah.

BACA JUGA ARTIKEL TERKAIT GETNEWS
SUSTAINABILITAS Desak Karhutla Bencana Nasional

SUSTAINABILITAS mendesak penetapan Karhutla 2026 sebagai Bencana Nasional usai ISPA tembus 283 ribu kasus dan kerugian ekonomi capai Rp29,5 triliun.

​Integrasi Data Iklim dan Pelayanan Kesehatan

​DPR juga meminta pemerintah pusat dan daerah melakukan pemetaan sistematis terhadap wilayah-wilayah dengan tingkat paparan asap tertinggi. Kemenkes bersama dinas kesehatan di daerah didorong untuk menyelaraskan pemantauan data kualitas udara secara real-time dengan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan di lapangan.

​Penyelarasan ini krusial agar jalur rujukan dan distribusi pertolongan medis medis dapat berjalan presisi, berkesinambungan, serta mampu menjangkau warga hingga ke pemukiman terisolasi.

Komponen AnalisisStatus & Tindakan Strategis
Inisiator Desakan ▮ Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago.
Usulan Status ▮ Penetapan status resmi Kejadian Luar Biasa (KLB) kesehatan karhutla, khususnya untuk Provinsi Kalimantan Tengah.
Fokus Bantuan ▮ Mobilisasi instrumen Kemenkes berupa penambahan tenaga medis, kecukupan pasokan obat, serta peningkatan kapasitas rujukan faskes.
Prioritas Warga ▮ Proteksi ketat untuk kelompok rentan meliputi bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit respirasi.
Integrasi Sistem ▮ Penyelarasan data kualitas udara lokal dengan kesiapan operasional pelayanan kesehatan daerah secara berkala.
Executive Audit by GetNews Intelligence Unit © 2026
Foto cover: Karhutla, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago (insert)/(istimewa/dpr.go.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *