JAKARTA, GETNEWS. – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) semakin serius membangun kedaulatan teknologi nasional melalui strategi Sovereign AI (Kemandirian Kecerdasan Artifisial). Salah satu langkah konkretnya adalah dengan memperluas program AI Talent Factory (AITF), sebuah wadah penggodokan talenta muda yang dimentori langsung oleh para pakar AI asal Indonesia yang berkarier di perusahaan raksasa global.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengungkapkan bahwa model ini mengadopsi keberhasilan India yang sukses membangun ekosistem teknologi mandiri dengan memulangkan “otak-otak” terbaik mereka dari mancanegara.
Rencana Ekspansi AI Talent Factory (AITF)
Program pendidikan intensif ini didesain selama empat bulan dengan pendekatan berbasis kasus nyata (use case) untuk menciptakan lulusan yang siap bersaing di peta teknologi global.
| Status Program | Lokasi Kampus | Target & Skema |
|---|---|---|
| Sedang Berjalan | Universitas Brawijaya (UB) | Pendidikan intensif 4 bulan + bimbingan ahli diaspora. |
| Target 2026 | ITS (Surabaya) | Perluasan jaringan talenta AI wilayah timur Jawa. |
| Target 2026 | UGM (Yogyakarta) | Penguatan riset dan inovasi AI berbasis akademik. |
Belajar dari India: Strategi Memulangkan Talenta
Nezar menjelaskan bahwa India berhasil membangun pusat teknologi di Bangalore karena pemerintahnya memberikan insentif besar bagi diaspora mereka untuk kembali. Kemkomdigi kini mulai melakukan pendekatan serupa dengan mengontak talenta Indonesia yang bekerja di perusahaan prestisius seperti DeepMind (Inggris).
“Kami meminta mereka mengajarkan para mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi kita… Ini salah satu bentuk intervensi negara untuk mengakselerasi pertumbuhan AI talent dan memperkuat strategi menuju Sovereign AI,” tegas Nezar Patria di Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Mengapa Sovereign AI Sangat Penting?
Kemandirian AI bukan hanya soal prestise, melainkan menyangkut tiga aspek krusial:
- Ekonomi Digital: Menciptakan nilai tambah ekonomi melalui startup lokal berbasis AI.
- Kedaulatan Data: Memastikan algoritma yang digunakan sesuai dengan budaya dan regulasi data pribadi di Indonesia.
- Daya Saing Global: Menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam revolusi industri 4.0, bukan sekadar konsumen teknologi.
Program ini diharapkan mampu melahirkan ribuan ahli kecerdasan artifisial baru yang siap menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju dalam peta inovasi digital.
infopublik.id




