Nusa Tenggara Barat

Pacu Transisi Energi, Pemprov NTB dan IESR Susun Peta Jalan Emisi Nol Bersih 2050

MATARAM — Langkah akselerasi transformasi energi bersih dan dekarbonisasi di tingkat regional terus dipacu secara agresif oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Guna merealisasikan target ambisius penurunan emisi gas rumah kaca, Pemprov NTB resmi menggandeng Institute for Essential Services Reform (IESR) untuk merumuskan arsitektur dan cetak biru (blueprint) Peta Jalan Menuju Emisi Nol Bersih (Net Zero Emissions) pada tahun 2050.

​Kolaborasi strategis berskala makro ini dirancang sebagai jangkar hulu yang taktis untuk mempercepat migrasi sistem energi fosil konvensional menuju pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) secara menyeluruh di wilayah kepulauan Bumi Gora. Kerja sama ini sekaligus ditargetkan untuk memperkokoh posisi tawar posisi geostrategis NTB sebagai salah satu episentrum percontohan serta pelopor utama dalam pengembangan iklim industri hijau dan transisi energi bersih di kancah nasional.

​Melalui penyusunan peta jalan yang komprehensif ini, aspek-aspek krusial perizinan bisnis, inovasi teknologi mutakhir seperti sistem baterai penyimpanan energi (Battery Energy Storage System), interkoneksi siber ketenagalistrikan bawah laut antar-pulau Lombok-Sumbawa, hingga mitigasi risiko fiskal daerah akan dibedah secara pruden. Dokumen strategis ini kelak menjadi panduan legal berjalannya dekarbonisasi multisektor—mulai dari sektor ketenagalistrikan, transportasi, hingga hilirisasi industri turunan smelter—yang diselaraskan dengan koridor hukum dan rencana pembangunan jangka panjang daerah.

​Pemerintah Provinsi NTB meyakini bahwa integrasi riset mendalam bersama IESR akan mampu melahirkan sistem pemodelan energi lokal yang inklusif, andal, dan mandiri. Sinergi ini diharapkan tidak sekadar menurunkan kurva emisi karbon daerah secara signifikan, melainkan turut membuka kran investasi hijau global secara optimal serta merangsang pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis kelestarian lingkungan yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat.

INDONESIA INSIGHTS: STRATEGIC AUDIT CETAK BIRU DEKARBONISASI REGIONAL NTB 2050

Klaster KemitraanTarget Milestone & Parameter SektoralOutput Manajemen Risiko & Ketahanan Fiskal Energi
Pemprov NTB x IESR

(Institute for Essential Services Reform)
1. [span_6](start_span)Visi Makro: Target Net Zero Emission (NZE) penuh pada tahun 2050[span_6](end_span).

2. [span_7](start_span)Fokus Hulu: Pemodelan sistem ketenagalistrikan rendah karbon, transisi moda transportasi, dan pemanfaatan potensi EBT lokal (surya, hidro, biomassa)[span_7](end_span).
1. [span_8](start_span)Mitigasi Intermitensi Jaringan: Skenario Peta Jalan bersama IESR mutlak mengunci ketersediaan regulasi insentif investasi untuk teknologi penyimpanan baterai (BESS) guna menstabilkan lonjakan daya listrik berbasis tenaga surya/angin di sistem Lombok dan Tambora[span_8](end_span).

2. [span_9](start_span)Isolasi Risiko Fiskal APBD: Mengingat mahalnya transisi penghentian PLTD, dokumen strategi diarahkan untuk mengoptimalkan skema Green Bonds atau KPBU siber internasional guna mencegah pembengkakan beban utang daerah[span_9](end_span).

3. [span_10](start_span)Sinergi Rantai Nilai Lokal: Dinas Perindustrian dan Energi didesak mengintegrasikan peta jalan ini dengan wajib sertifikasi industri hijau hulu (seperti kawasan industri turunan smelter Sumbawa Barat) agar penurunan emisi berjalan beriringan dengan target pertumbuhan ekonomi[span_10](end_span).

Audit Energi & Fiskal: Getnews Green Economy & Infrastructure Audit Unit | Analisis Kebijakan Transisi Energi Baru Terbarukan, Manajemen Aset Karbon, dan Tata Kelola Lingkungan Hidup, Juni 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *