MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) baru saja mengunci kemitraan strategis dengan Institute for Essential Services Reform (IESR) untuk merumuskan draf peta jalan (roadmap) transisi energi. Langkah ini bukan sekadar partisipasi seremonial dalam isu perubahan iklim, melainkan sebuah ambisi geopolitik hijau yang agresif: menembak target emisi nol bersih (Net Zero Emission) pada tahun 2050—satu dekade lebih cepat dari target kolektif nasional di tahun 2060.
Melompati Transisi Konvensional
Secara teknokratis, menyusun peta jalan dekarbonisasi untuk wilayah kepulauan seperti NTB memerlukan kalkulasi yang rumit. Provinsi ini harus mampu keluar dari ketergantungan energi fosil, terutama batu bara yang selama ini menopang grid kelistrikan utama. Kehadiran IESR sebagai lembaga pemikir (think-tank) energi diharapkan mampu menyuntikkan analisis berbasis data untuk memetakan potensi masif energi terbarukan lokal, mulai dari tenaga surya (PLTS), hidro, hingga angin yang melimpah di sepanjang garis pantai Lombok dan Sumbawa.
Namun, draf ini akan menjadi dokumen mati di atas meja birokrasi jika tidak dibarengi dengan reformasi regulasi yang radikal di tingkat daerah. Tantangan terbesar NTB tidak terletak pada absennya potensi alam, melainkan pada sinkronisasi kebijakan investasi hijau dengan kesiapan PT PLN (Persero) dalam menyerap pasokan energi bersih tanpa mengganggu stabilitas tarif keekonomian daerah.
Infrastruktur Hijau dan Kedaulatan Fiskal
Peta jalan menuju 2050 ini juga harus dibaca sebagai strategi Pemprov NTB dalam mengamankan arus modal global (green financing). Di era di mana lembaga keuangan internasional mulai menutup keran pendanaan untuk proyek berbasis batu bara, memiliki komitmen hukum yang kuat seperti target NZE 2050 adalah cara terbaik untuk memposisikan NTB sebagai magnet investasi hijau di Indonesia bagian timur. Dekarbonisasi ekstrem ini, jika dikelola secara transparan, akan bertransformasi menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi sirkular yang langsung berdampak pada penciptaan lapangan kerja baru di sektor teknologi ramah lingkungan.




