MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama berbagai mitra strategis terus mengintensifkan langkah-langkah untuk memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, dengan target mendongkrak realisasi investasi sektor UMKM hingga menembus Rp1 triliun pada akhir tahun 2026.
Tabel Lengkap Audit Strategis: Pilar Penguatan UMKM NTB | Pilar Strategis | Bentuk Dukungan & Implementasi |
|---|---|
| Akses Pembiayaan | Kolaborasi bersama Bank NTB Syariah dalam penyaluran KUR yang cepat dan tepat sasaran berbasis data transaksi digital QRIS (terhubung dengan sekitar 13 ribu pelaku UMKM). |
| Perluasan Pasar & Kualitas | Program “Desa Ekspor” untuk mendampingi pelaku usaha memenuhi standar global, serta memperluas penetrasi produk lokal ke ritel modern (seperti Uniqlo), bandara, kawasan pariwisata, hingga pasar lelang antar-daerah. |
| Legalitas Gratis | Pendampingan penerbitan Nomor Izin Edar (NIE) secara gratis bekerja sama dengan Balai POM (pelaku usaha hanya membayar PNBP ke kas negara). |
| Pelatihan & Koperasi | Pembinaan berkelanjutan lewat Balai Latihan Koperasi (Balaikop), penguatan tata kelola koperasi syariah, serta pembentukan sentra produksi berbasis komunitas. |
Pemerintah Provinsi NTB terus mengambil langkah terpadu dari hulu ke hilir guna memastikan produk unggulan daerah—seperti Kopi NTB dan Ayam Taliwang kemasan—mampu menembus pasar yang lebih luas. Melalui fasilitasi legalitas, digitalisasi transaksi pembiayaan, hingga pelatihan intensif, ekosistem ekonomi kerakyatan ini diproyeksikan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.




