Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meluncurkan Tim Reaksi Cepat Infrastruktur guna menjamin pemeliharaan jalan provinsi sepanjang 2.500 kilometer.
MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah cepat dalam penanganan fasilitas publik dengan meresmikan Tim Reaksi Cepat (TRC) Infrastruktur pada Selasa, 21 Juli 2026. Kehadiran satuan tugas khusus ini diinisiasi langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal untuk memastikan jalur lintas utama di Pulau Lombok dan Sumbawa berada dalam kondisi prima.
Langkah progresif ini menandai pergeseran paradigma birokrasi daerah yang tidak lagi hanya bertumpu pada perbaikan berskala besar atau proyek musiman, melainkan konsisten menerapkan standar pemeliharaan rutin secara berkala. Fokus penanganan mencakup perbaikan struktur drainase, pemerataan cekungan jalan, hingga pembersihan bahu jalan demi keselamatan pengendara.
Kanal Pengaduan Cepat 1×24 Jam
Dalam arahannya saat peluncuran, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif mengawasi kondisi fasilitas umum di wilayah masing-masing. Pemerintah penyedia layanan membuka ruang partisipasi publik melaluikan kanal pengaduan terintegrasi, yang meliputi Aplikasi Siaga, media sosial resmi gubernur, serta platform nasional SP4N Lapor Pemprov.
Melalui mekanisme operasional terpadu, setiap laporan kerusakan jalan yang masuk dijamin akan ditindaklanjuti oleh TRC dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam untuk verifikasi lapangan. Saat ini, satuan tugas di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tersebut dilaporkan telah bergerak ke 20 titik strategis di Pulau Lombok dan Sumbawa guna memulai pengerjaan darurat.
Komitmen Pemerataan Akses Wilayah
Jaringan jalan provinsi sepanjang 2.500 kilometer memegang peranan vital sebagaiurat nadi perekonomian, pariwisata, dan distribusi logistik antar-kabupaten/kota di NTB. Dengan operasionalisasi TRC Infrastruktur ini, Pemprov NTB berharap disparitas kelayakan infrastruktur antara kawasan perkotaan dan wilayah penyangga dapat diminimalisasi secara berkelanjutan.




