Kota Mataram

Perkuat Pengendalian Inflasi, Wakil Wali Kota Mataram Tekankan Strategi Tepat dan Akurasi Data

​MATARAM — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram memperkuat langkah antisipatif dan pengawasan pasokan guna menjaga stabilitas harga, keterjangkauan komoditas pokok, serta daya beli warga masyarakat menjelang akhir tahun 2026.

​Upaya penanganan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi strategis evaluasi inflasi bulan September dan pemetaan tekanan harga Triwulan IV yang dipimpin langsung di Ruang Kenari, Kantor Wali Kota Mataram, pada Selasa (27/10/2026).

​Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman, menggarisbawahi bahwa strategi pengendalian inflasi daerah harus didasari oleh akurasi data serta eksekusi yang terukur di lapangan. Menurutnya, esensi utama pengendalian inflasi adalah menjaga ritme keseimbangan harga tanpa menghentikan roda aktivitas ekonomi warga.

Vektor KebijakanRincian Substantif & Arahan Wakil Wali Kota Mataram
Fokus Forum TPIDEvaluasi Inflasi September & Antisipasi Gejolak Harga Triwulan IV 2026.
Prinsip PengendalianMenjaga pergerakan harga terkendali secara wajar tanpa mengabaikan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pengawasan PasokanPemantauan ketat stok pangan, jalur distribusi, dan cuaca menjelang HBKN.
Ketentuan Intervensi PasarPelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) & Operasi Pasar wajib tepat lokasi, waktu, serta komoditas.

*Sumber: Rapat Koordinasi TPID Kota Mataram / Keterangan Pers (Data Diolah)

Minta Operasi Pasar Tepat Sasaran Jelang Hari Besar Keagamaan

​Dalam arahannya, TGH Mujiburrahman mengingatkan jajaran TPID untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman cuaca serta kenaikan daya beli masyarakat menjelang momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) akhir tahun.

​”Gerakan pasar murah, gerakan pangan murah, operasi pasar, dan intervensi-intervensi sejenis itu harus tepat lokasi, tepat waktunya, dan tepat komoditasnya,” tegas Wakil Wali Kota Mataram. Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu mengamankan ketersediaan pasokan pangan utama serta meminimalisir lonjakan harga spekulatif di pasar tradisional se-Kota Mataram.

Aziz Syafroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *