EKONOMI Nasional

Antisipasi Guncangan Global, Prabowo Serap Strategi Mentor Ekonomi Senior

JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis dengan memanggil sejumlah tokoh dan senior ekonomi nasional di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026. Pertemuan ini difokuskan untuk membedah rekam jejak (lessons learned) penanganan krisis finansial pada dekade terdahulu sebagai basis formulasi langkah antisipatif dalam mengunci stabilitas ekonomi dan sektor keuangan nasional dari rambatan guncangan global.

​Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memaparkan bahwa jajaran tokoh kawakan yang hadir di antaranya adalah Burhanuddin Abdullah (Gubernur Bank Indonesia periode 2003-2008), Paskah Suzetta (Menteri PPN/Kepala Bappenas periode 2005-2009), serta Lukita Dinarsyah Tuwo (Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas periode 2010-2014).

​Menurut Airlangga, para mentor ekonomi tersebut menyerahkan sejumlah memorandum dan catatan krusial berbasis pengalaman empiris saat mengawal Indonesia melewati episentrum tekanan ekonomi global masa lalu. Beberapa variabel risiko historis yang dibahas secara mendalam meliputi mitigasi lonjakan harga minyak mentah dunia, penjinakan tekanan inflasi domestik, hingga manajemen volatilitas nilai tukar mata uang.

​Kendati dunia saat ini dibayangi oleh ketidakpastian geoekonomi yang pekat, Airlangga menegaskan bahwa struktur makroekonomi Indonesia saat ini berada dalam posisi pertahanan yang jauh lebih solid jika dibandingkan dengan periode gejolak sebelumnya. Indikator fundamental ekonomi dalam negeri tercatat kokoh dengan rasio depresiasi rupiah yang bergerak dalam koridor yang lebih rendah dan terukur.

​Sebagai tindak lanjut taktis dari pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menginstruksikan seluruh kementerian teknis dan otoritas moneter terkait untuk melakukan audit serta pemantauan ketat terhadap efektivitas regulasi keuangan. Presiden menekankan pentingnya menegakkan prinsip kehati-hatian perbankan (prudential banking) secara konsisten.

​Selain itu, penguatan struktur permodalan perbankan nasional (capital adequacy ratio) diidentifikasi sebagai jangkar utama yang harus dipertebal guna menjamin ketahanan sistem keuangan domestik dari ancaman pengetatan likuiditas global.

STRATEGIC AUDIT MITIGASI REFORMASI FISKAL 2026

Panel Tokoh AhliKlaster Pengalaman KrisisInstruksi Direktif Presiden Prabowo
Burhanuddin Abdullah
(Gubernur BI 2003-2008)
Stabilisasi nilai tukar & ketahanan moneter luar negeri1. Pengetatan prinsip kehati-hatian perbankan (Prudential Banking).

2. Akselerasi penebalan struktur permodalan perbankan domestik.

3. Pemantauan regulasi keuangan terintegrasi secara real-time.
Paskah Suzetta
(Kepala Bappenas 2005-2009)
Perencanaan makro saat lonjakan harga energi/minyak global
Lukita Dinarsyah Tuwo
(Wamen PPN 2010-2014)
Pengendalian jangkar inflasi & sinkronisasi kebijakan fiskal

Audit Strategis: Getnews Review Unit | Rilis Resmi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Mei 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *