Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat PENDIDIKAN

Tekan Angka Pernikahan Anak, Dikpora NTB Dorong Siswa SMA/SMK Berkarya Lewat Film

LOMBOK TENGAH — Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menempuh cara kreatif untuk memerangi fenomena sosial yang mengakar di daerah. Melalui Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan, Dikpora NTB mengarahkan para siswa-siswi SMA dan SMK di Pulau Lombok untuk mengampanyekan pencegahan pernikahan usia anak lewat media sinematografi.

​Langkah ini diwujudkan melalui gelaran Workshop Film Festival Film Lombok 2026 yang mengusung tajuk “Lebaran Film Warga NTB”. Memasuki hari kedua roadshow, lokakarya taktis ini dilaksanakan di Aula Serbaguna Sekretariat Cabang Dinas Dikpora Wilayah 2, Lombok Tengah, Selasa, 19 Mei 2026.

​Kegiatan ini diikuti oleh 62 pelajar terpilih dari wilayah Lombok Tengah dan Lombok Timur. Menariknya, panitia sengaja memberikan kuota prioritas bagi para siswi perempuan yang memiliki minat besar di bidang perfilman dan industri kreatif.

​Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmidzi, S.Kom., M.E., menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan intervensi strategis untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) NTB, sekaligus menekan laju kasus pernikahan dini yang angkanya masih cukup menonjol di wilayah Lombok Timur.

​”Pelatihan ini utamanya ditujukan untuk siswa perempuan demi meningkatkan kemampuan dalam membangun masa depan dan mengurangi angka pernikahan anak. Peserta diajarkan cara membuat film agar mereka dapat berkarya dan memiliki kemandirian,” ujar Tarmidzi.

​Ia secara khusus mengimbau generasi muda di Bumi Gora untuk memutus rantai praktik merarik kodek (pernikahan usia anak) yang kerap mencerabut hak pendidikan remaja. Menurutnya, pemuda dan terutama perempuan NTB harus dibekali semangat untuk mengejar cita-cita dan mengenyam pendidikan setinggi mungkin.

​Apresiasi senada disampaikan oleh Kasubbag Umum Cabang Dinas Dikpora Wilayah 2, Zaenal Abidin, S.Pd.I., M.Pd. Mewakili Kepala Cabang Dinas, ia meminta seluruh peserta menyerap ilmu perfilman ini tidak sekadar sebagai hobi, melainkan instrumen edukasi sosial dan investasi masa depan.

​Dalam workshop ini, Dikpora NTB menghadirkan sutradara profesional Budi Triono sebagai pembicara utama. Para pelajar dibekali materi fundamental mulai dari pematangan proses kreatif, penggalian ide cerita yang berakar dari realitas sosial sekitar, hingga teknik produksi film pendek sebagai media kampanye sosial yang persuasif di era digital.

INTERVENSI IPP & MITIGASI MERARIK KODEK

Indikator ProgramFokus Implementasi Wilayah 2
Penyelenggara TeknisBidang Pembinaan & Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB
Target Afirmasi62 Siswa-Siswi SMA/SMK (Prioritas Remaja Perempuan Lombok Tengah & Timur)
Goal Strategis DaerahPeningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) & Edukasi Stop Merarik Kodek
Output KegiatanProduksi film pendek sebagai media kampanye sosial berbasis komunitas warga

Audit Strategis: Getnews Data Intelligence Unit | Kesejahteraan Sosial & Pendidikan NTB 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *