MATARAM — Pergelaran Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) 2026 yang berlangsung selama tiga hari resmi ditutup dengan capaian performa yang impresif. Ajang tahunan ini menjadi bukti sahih bahwa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri kreatif di Bumi Gora terus tumbuh secara berkelanjutan dan siap bertarung di lanskap pasar nasional maupun global.
Sepanjang tiga hari pelaksanaan di Atrium Lombok Epicentrum Mall, ratusan produk unggulan lokal mulai dari kriya, kuliner, produk fashion wastra tenun, hingga kopi signature mendapat respons luar biasa dari pasar. KK-NTB 2026 sukses membukukan omzet transaksi retail langsung sebesar Rp645 juta, serta mengamankan komitmen pembiayaan modal UMKM yang fantastis, yakni mencapai Rp20,55 miliar.
Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, menegaskan bahwa esensi KK-NTB bergerak jauh melampaui batas pameran dagang konvensional. Menurutnya, perhelatan ini merupakan inkubator dan ruang strategis nasional untuk menaikkelaskan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
”KK-NTB bukan sekadar ajang pameran biasa, tetapi ruang strategis untuk membangkitkan UMKM dan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal agar terus naik kelas dan memiliki daya saing yang kuat di pasar,” ujar Wagub yang akrab disapa Umi Dinda ini.
Guna memastikan pertumbuhan ini tidak berjalan musiman, Pemerintah Provinsi NTB bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia berkomitmen memperketat kerja sama makro. Langkah mitigasi ke depan difokuskan pada penguatan program pembinaan, kurasi produk berstandar ekspor, perluasan digitalisasi pasar, serta pembukaan keran dukungan pembiayaan yang ramah bagi pelaku usaha mikro.
Melalui sinergi lintas institusi dan adopsi teknologi finansial yang inklusif, produk domestik NTB diharapkan mampu bertransformasi menjadi pilar kemandirian ekonomi daerah yang kokoh dan berdaya saing global.
STRATEGIC AUDIT: RAPOR AKHIR KARYA KREATIF NTB 2026
| Indikator Kinerja Utama (IKU) | Realisasi Capaian Finansial |
|---|---|
| Omzet Penjualan Langsung | Rp645 Juta (Total Retail Sektor Wastra, Kriya, Kuliner, Kopi) |
| Komitmen Pembiayaan Kredit | Rp20,55 Miliar (Akselerasi Permodalan UMKM Baru) |
| Fokus Strategis Pemda-BI | Kurasi Produk, Perluasan Akses Pasar, dan Digitalisasi Industri |
| Orientasi Sektoral | Ekonomi Mandiri Berbasis Budaya dan Berkelanjutan |
Audit Strategis: Getnews Data Intelligence Unit | Data Penutupan KK-NTB 2026.




