EKONOMI NEWS

THE ECONOMIST SOROTI DUA TAHUN PEMERINTAHAN PRABOWO: KRITIK KEBIJAKAN POPULIS DAN TEKANAN FISKAL

​LONDON — Media ekonomi terkemuka The Economist kembali menyoroti efektivitas kebijakan ekonomi Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Dalam analisis terbarunya, media tersebut menilai pendekatan populistik yang diterapkan pemerintahannya dinilai belum mampu menyelesaikan berbagai persoalan ekonomi struktural mendasar di tanah air.

​The Economist mencatat tingkat dukungan publik terhadap kepemimpinan Prabowo merosot hingga ke kisaran 45 persen seiring genap dua tahun masa pemerintahannya. Penurunan kepercayaan publik dan ketidakpastian di kalangan pelaku pasar tersebut dipicu oleh kekhawatiran atas tingginya beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membiayai program-program sosial berskala besar.

​
Dimensi KebijakanTemuan & Sorotan Analisis
Program Utama ▮ Program Makan Bergizi Gratis dan penguatan koperasi desa memakan porsi anggaran masif namun dinilai berisiko memicu tekanan inflasi pada komoditas pangan pokok.
Risiko Fiskal ▮ Pelebaran defisit APBN dan melonjaknya pembayaran pokok serta bunga utang berpotensi membatasi ruang belanja pembangunan strategis lainnya.
Sentimen Pasar & Investor ▮ Ketidakpastian arah kebijakan membuat iklim investasi rentan dan mendorong porsi restrukturisasi kabinet guna meredam kekhawatiran teknokratis.
Rekomendasi Strategis ▮ Diperlukan reformasi struktural berbasis iklim investasi, disiplin fiskal yang ketat, serta efisiensi belanja publik untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Executive Audit by GetNews Intelligence Unit © 2026

Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat masih menunjukkan daya tahan, para ekonom dan pengamat internasional menegaskan bahwa ketergantungan pada program populistik belanja pemerintah tanpa ekspansi penerimaan negara yang memadai tidak akan cukup untuk membawa Indonesia melompat menjadi negara berpenghasilan tinggi.

Foto: BPMI Setpres

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *