MATARAM — Teka-teki mengenai siapa yang akan menduduki kursi Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Provinsi Nusa Tenggara Barat memasuki babak akhir. Panitia Seleksi (Pansel) telah resmi mengerucutkan tiga nama terbaik hasil seleksi terbuka, yang kini telah berada di meja Presiden Prabowo Subianto untuk diputuskan secara final.
Ketiga figur tersebut dinilai memiliki rekam jejak yang mumpuni untuk mengomandoi birokrasi di Bumi Gora. Mereka adalah:
- Abul Chair (Kepala Biro Organisasi Setda NTB)
- Dr. Ahmad Saufi (Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK)
- Dr. H. Ahsanul Khalik (Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB/Mantan Pj. Bupati Lombok Utara)
Mekanisme Penentuan di TPA
Setelah diajukan oleh Pemerintah Provinsi NTB, ketiga nama ini akan menjalani proses profiling dan penilaian akhir oleh Tim Penilai Akhir (TPA) yang dipimpin langsung oleh Presiden. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada aspek kompetensi manajerial, tetapi juga keselarasan visi dengan program strategis pemerintah pusat di daerah.
Penetapan Sekda definitif ini menjadi krusial mengingat NTB tengah menghadapi agenda besar di tahun 2026, termasuk pengawalan ketahanan pangan, transisi energi, serta persiapan pilkada serentak. Sosok Sekda terpilih nantinya akan memegang peran vital sebagai “panglima” birokrasi yang menjembatani kebijakan eksekutif dengan implementasi di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD).
Menunggu Keputusan Final
Penjabat (Pj) Gubernur NTB sebelumnya telah menegaskan bahwa proses seleksi berjalan transparan dan sesuai dengan regulasi KASN. Publik kini menunggu keputusan Presiden terkait siapa dari ketiga putra terbaik tersebut yang akan diberikan mandat sebagai pejabat eselon I tertinggi di lingkungan Pemprov NTB.
Diharapkan, penetapan nama Sekda definitif dapat dilakukan dalam waktu dekat guna memastikan stabilitas roda pemerintahan dan percepatan realisasi belanja daerah pada kuartal kedua tahun 2026.
BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:
Simalakama IPR: Fiskal vs Ekologi



