Nusa Tenggara Barat

Miq Iqbal “Buka Gembok” PT GNE: Lunasi Utang Rp5,7 Miliar, Fokuskan Bisnis ke Sektor Konstruksi

Analisis Kontrak KInerja Pejabat NTB, Lalu Muhammad Iqbal GETNEWS

MATARAM, getnews.co.id — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, melakukan langkah berani untuk menyelamatkan BUMD PT Gerbang NTB Emas (GNE) yang sempat “mati suri” sejak tahun 2023. Pemerintah Provinsi NTB secara resmi telah melunasi kewajiban utang dan pajak perusahaan sebesar kurang lebih Rp5,7 miliar, yang mengakibatkan pembukaan blokir akses oleh Kementerian Hukum.

​Langkah ini memungkinkan PT GNE untuk kembali melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada awal tahun 2026, sebuah prosedur manajerial yang terhenti selama bertahun-tahun akibat kendala administratif dan finansial.

Profil Penyelamatan: Restrukturisasi PT Gerbang NTB Emas (GNE)

​Gubernur Iqbal menegaskan bahwa ke depan, PT GNE tidak akan lagi menjalankan terlalu banyak jenis usaha yang tidak produktif, melainkan akan fokus pada satu pilar utama guna meraup profit.

BUMD Recovery Dashboard: PT GNE 2026
Aspek PenataanStatus & Rencana Strategis
Penyelesaian LiabilitasPelunasan Utang & Pajak Rp 5,7 Miliar.
Status AdministratifBlokir Kemenkumham RESMI DIBUKA.
Fokus Sektor UsahaKonstruksi & Pembangunan (Single Focused).
Prioritas ManajemenPembenahan Tata Kelola & Profesionalisme Tim.
Sumber: Keterangan Gubernur NTB & Laporan BUMD | Update: Januari 2026

Strategi “Single Focused” untuk Profitabilitas

​Di hadapan media dan masyarakat NTB, Gubernur Iqbal menyatakan optimismenya bahwa PT GNE dapat bertransformasi menjadi perusahaan daerah yang maju. Kuncinya terletak pada penyederhanaan kegiatan usaha. “PT GNE akan fokus pada usaha konstruksi agar bisa mendapatkan profit. Kita tidak ingin terlalu banyak lini usaha yang hasilnya justru tidak jelas seperti sebelumnya,” ujar Miq Iqbal.

Komitmen Benahi Manajemen

​Selain aspek finansial, Gubernur juga berkomitmen untuk melakukan perombakan besar-besaran pada tata kelola dan manajemen perusahaan. Hal ini dilakukan agar investasi dana publik senilai miliaran rupiah untuk melunasi utang tersebut tidak terbuang percuma dan PT GNE dapat berkontribusi nyata pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masa depan.

​Dengan dibukanya “gembok” administratif ini, RUPS perdana PT GNE pasca-krisis diharapkan segera menghasilkan struktur direksi yang lebih kompeten untuk mengeksekusi visi pembangunan konstruksi di wilayah NTB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *