GREEN ANALYSIS

Diplomasi Geopark Tambora di UNESCO

MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) secara resmi merebut panggung diplomasi lingkungan internasional demi mengamankan status UNESCO Global Geoparks (UGGp) untuk kawasan Tambora. Dalam presentasi krusial di hadapan panelis UNESCO, Rabu (13/5), Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmen geopolitik hijau daerah dengan memosisikan konservasi sebagai episentrum absolut dari cetak biru pembangunan Tambora.

Perisai Sambung di Sisi Teluk Saleh

​Langkah Pemprov ini bukan sekadar mengejar legitimasi stempel global. Di dalam draf yang dipaparkan, ekosistem perairan Teluk Saleh—yang baru saja diproteksi ketat lewat regulasi perlindungan Hiu Paus—ditempatkan sebagai variabel penyangga (buffer zone) yang vital bagi eksistensi biodiversitas daratan Tambora. Integrasi lanskap laut-darat ini menjadi benteng pertahanan ekologis yang kokoh untuk menangkal laju kerusakan lingkungan di Pulau Sumbawa.

Kapitalisasi Pengalaman Rinjani

​”We don’t start from the scratch,” tegas Gubernur Iqbal di hadapan panel penilai. Kalimat ini mengirimkan sinyal tajam mengenai kematangan manajerial NTB. Pengalaman mengelola Rinjani UGGp, yang terbukti sukses mempertahankan status Green Card, dijadikan modalitas dan replika sistem tata kelola untuk Tambora. Dengan rekam jejak tersebut, Pemprov ingin meyakinkan dunia bahwa mereka mampu mengawinkan tiga pilar utama: perlindungan situs geologi purba, penjagaan ekosistem, dan distribusi kesejahteraan yang adil bagi masyarakat lingkar Tambora.

Komponen AnalisisStatus & Tindakan Strategis
Target Diplomasi Akselerasi pengakuan internasional demi mengamankan status UNESCO Global Geopark (UGGp) untuk kawasan Tambora.
Korelasi Ekosistem Penempatan perairan Teluk Saleh sebagai zona penyangga (buffer zone) strategis untuk melindungi keanekaragaman hayati makro.
Modalitas Manajerial Replikabilitas sistem dan transfer pengalaman sukses dari tata kelola Rinjani UGGp guna mempercepat standarisasi global.
Prinsip Dasar Mengunci visi pelestarian geologi dan lingkungan sebagai panglima utama, menolak kompromi ekonomi pragmatis jangka pendek.
Dampak Komunitas Pemberdayaan ekonomi sirkular masyarakat lingkar utara Sumbawa berbasis manajemen situs warisan alam (*geosites*).
Executive Audit by GetNews Intelligence Unit © 2026
Foto cover: Gunung Tambors (Ensikopledi Britannica)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *