PRAYA – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) memperluas strategi pengentasan kemiskinan dengan menginterintegrasikan pembangunan infrastruktur fisik dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal (Miq Iqbal) meninjau langsung progres pembangunan Rumah Layak Huni (Mahyani) bagi warga terdampak banjir di Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, pada Rabu (23/9/2026).
Miq Iqbal menegaskan bahwa penyediaan rumah sehat dan aman merupakan pintu masuk utama pengentasan kemiskinan. Keberadaan hunian layak tersebut selanjutnya disempurnakan dengan jaminan akses pendidikan anak melalui Program Sekolah Rakyat gratis serta intervensi program Listrikisasi PLN untuk memastikan keberlanjutan kualitas hidup warga.
Audit Strategis: Intervensi Terpadu Pengentasan Kemiskinan NTB
| Pilar Intervensi | Substansi Program & Eksekusi Lapangan |
|---|---|
| Infrastruktur Hunian | Pembangunan Rumah Layak Huni (Mahyani) bagi korban terdampak banjir di Desa Kabul, Lombok Tengah. |
| Akses Pendidikan & Energi | Jaminan pendidikan gratis melalui Program Sekolah Rakyat serta perluasan jaringan Listrikisasi PLN. |
| Bantuan Logistik & Sosial | Penyaluran bantuan pangan, paket vitamin, dan perlengkapan sekolah anak hasil kolaborasi Pemprov NTB dan Baznas. |
| Skema Pemberdayaan | Penguatan kemandirian keluarga penerima manfaat yang diselaraskan dengan Program Desa Berdaya Transformatif. |
*Sumber: Pemprov NTB (Data Diolah)
Melalui kolaborasi bersama Baznas dan PLN, Pemprov NTB memastikan intervensi kemiskinan tidak sekadar bertumpu pada Bantuan Sosial insidental, melainkan membangun kemandirian struktur keluarga penerima manfaat secara terukur.




