MATARAM — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi melayangkan penyesalan mendalam sekaligus tuntutan keras atas pernyataan yang disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) NTB, Muazzim Akbar.
Pihak Gerindra meminta Muazzim untuk segera menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada institusi Partai Gerindra serta pimpinan pusat, khususnya Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyusul polemik pernyataan politik yang melibatkan nama partai berlambang garuda tersebut.
Tabel Lengkap Audit Strategis: Respons DPD Gerindra NTB atas Pernyataan Muazzim Akbar | Poin Keberatan | Detail Tuntutan & Sikap Resmi DPD Gerindra NTB |
|---|---|
| Sumber Polemik | Pernyataan Plt Ketua DPW PAN NTB Muazzim Akbar terkait proses internal pemecatan kader |
| Pihak yang Disasar | Partai Gerindra secara kelembagaan dan Sufmi Dasco Ahmad (Ketua Harian DPP Gerindra) |
| Tuntutan Utama | Desakan agar Muazzim menyampaikan permohonan maaf terbuka dalam waktu yang ditentukan |
| Menjaga Marwah Koalisi | Gerindra NTB menegaskan pentingnya etika komunikasi antarpartai politik pendukung pemerintah di daerah |
Keresahan di internal Partai Gerindra NTB muncul setelah pernyataan Muazzim menyeret nama institusi partai serta pimpinan pusat dalam pusaran konflik internal partai lain. Pihak Gerindra menilai narasi yang dilempar ke ruang publik berpotensi menciptakan disinformasi dan mencatut marwah partai secara sepihak.
Oleh karena itu, DPD Gerindra NTB mendesak agar persoalan etika politik ini disikapi secara bijak melalui permohonan maaf terbuka demi menjaga soliditas dan keharmonisan komunikasi politik di wilayah Nusa Tenggara Barat.




