LOMBOK BARAT — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Barat (NTB), Muazzim Akbar, akhirnya membeberkan secara blak-blakan alasan mendasar di balik keputusan partai memberhentikan secara tidak hormat Bupati Lombok Barat nonaktif, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), dari kursi Ketua DPW PAN NTB.
Selain terjerat status tersangka dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Muazzim mengungkapkan adanya manuver politik internal yang dinilai telah mencederai etika serta loyalitas organisasi partai.
Tabel Lengkap Audit Strategis: Alasan dan Latar Belakang Pemberhentian LAZ dari PAN | Poin Masalah | Detail Penjelasan Plt Ketua DPW PAN NTB (Muazzim Akbar) |
|---|---|
| Status Hukum Utama | Terjerat perkara hukum menyusul operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK |
| Manuver Politik Ganda | LAZ disebut sempat melamar dan mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Partai Gerindra |
| Pelanggaran Etika Partai | Tindakan melompati pagar organisasi dinilai mencederai soliditas dan loyalitas kader PAN |
| Sikap Tegas Pimpinan Pusat | DPP PAN mengambil langkah cepat memecat dan menunjuk pelaksana tugas demi mengamankan struktur partai di NTB |
Diungkapkan Muazzim, langkah pemecatan ini diambil bukan tanpa alasan kuat. Selain beban moral akibat tersandung kasus korupsi di lembaga antirasuah, LAZ kedapatan melakukan manuver politik tingkat tinggi yang dianggap melanggar fatsun partai. Yang mengejutkan, mantan Bupati Lombok Barat tersebut sempat mendaftarkan diri dan melamar posisi kepemimpinan di partai politik lain, yakni Partai Gerindra.
Tindakan tersebut memicu kemarahan di internal partai matahari terbit, mengingat posisi LAZ saat itu masih memegang kendali sebagai orang nomor satu di DPW PAN NTB. Keputusan tegas pun langsung diambil untuk melakukan pergantian kepemimpinan demi menjaga marwah dan stabilitas organisasi menghadapi agenda politik ke depan.




