DIGITAL

Indonesia Serukan Pelindungan Anak di Era AI pada Sidang PBB

Menkomdigi Meutya Hafid berbincang-bincang dengan Presiden Komisi Eropa, Ursula Von Der Leyen disela-sela Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat (foto: dok.Kemkomdigi)

NEW YORK – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelindungan dan keselamatan anak di ruang digital di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI). Komitmen tersebut disuarakan dalam Dialog Tingkat Tinggi mengenai pelindungan hak dan keselamatan anak di era digital yang menjadi bagian dari rangkaian Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Amerika Serikat, Selasa (22/9/2026).

​Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid hadir mewakili Indonesia dalam forum internasional yang digagas oleh Global Coalition for Children’s Rights and Protection in the Age of AI. Langkah ini krusial mengingat Indonesia memiliki populasi sekitar 70 juta anak yang aktif berinteraksi di ruang digital, sehingga memerlukan pengawasan ketat serta kolaborasi lintas negara dan platform teknologi.

Strategic Audit: Pelindungan Anak di Era Digital & AI

Pilar DiplomasiSubstansi & Urgensi Kebijakan
Forum PenyelenggaraGlobal Coalition for Children’s Rights and Protection in the Age of AI (Sidang Umum PBB ke-81).
Demografi SasaranPerlindungan bagi sekitar 70 juta anak Indonesia yang tumbuh di ekosistem digital.
Fokus KerjasamaSinergi multilateral dengan platform teknologi global untuk menyelaraskan perkembangan AI dengan hak-hak anak.

*Source: Kemkomdigi RI (Data Diolah)

Partisipasi aktif Indonesia dalam koalisi global ini menjadi pijakan strategis untuk mendorong pembentukan aturan dan tata kelola ruang digital yang inklusif, ramah anak, serta aman dari ancaman penyalahgunaan teknologi AI bagi generasi mendatang.

Foto cover: Menkomdigi Meutya Hafid berbincang-bincang dengan Presiden Komisi Eropa, Ursula Von Der Leyen disela-sela Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat (foto: dok.Kemkomdigi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *