MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menghadirkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Infrastruktur untuk memastikan akses jalan masyarakat tetap terpelihara dan layak.
“Platform TRC ini untuk memastikan fasilitas jalan bagi masyarakat tetap layak,” ujar Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Kantor Balai Pemeliharaan Jalan Dinas PUPRPKP di Mataram, Selasa (21/07).
Gubernur Iqbal mengatakan, selama ini pengelolaan infrastruktur belum memiliki standar pemeliharaan jalan yang jelas dan lebih fokus pada perbaikan atau peningkatan jalan yang membutuhkan anggaran besar.
Padahal, Pemprov NTB harus memelihara jalan provinsi sepanjang 2.500 kilometer yang tersebar di Pulau Lombok dan Sumbawa.
Menurut Iqbal, keterbatasan anggaran pemeliharaan akan diintegrasikan dalam tiga tahun mendatang dengan melibatkan stakeholder lain melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Untuk sumber daya, anggota TRC direkrut dari balai pemeliharaan jalan terkait dengan standar pelayanan yang ditingkatkan. Saat ini Pemprov memiliki 15 unit alat berat senilai Rp30 miliar dari hibah berbagai kementerian dan tambahan anggaran Rp3 miliar untuk pemeliharaan.
“Kebutuhan kita banyak. Saat ini kita memiliki 15 alat berat senilai 30 miliar dari hibah berbagai kementerian dan tambahan anggaran tiga miliar untuk pemeliharaan,” tambahnya.
Gubernur meminta tim mulai bekerja di beberapa titik. Masyarakat diminta bersabar dan dapat melapor kerusakan jalan melalui aplikasi Siaga, media sosial Gubernur, atau kanal SP4N Lapor Pemprov.
Prosedur pengaduan akan direspon tim dalam 24 jam sejak diterima dan langsung bergerak untuk verifikasi lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP NTB Lalu Kusuma Wijaya mengatakan, pemeliharaan jalan tidak hanya soal aspal, tetapi juga perbaikan drainase, cekungan di beberapa ruas jalan, kerusakan akibat tonase berlebih, hingga pembersihan bahu jalan.
“Pemeliharaan masih bersifat sporadis dan sudah ada 20 titik di Lombok dan Sumbawa yang sudah diverifikasi lapangan dan beberapa titik dalam pengerjaan pemeliharaan,” jelasnya.
Beberapa titik yang menjadi prioritas di antaranya jalan di depan RSUD Sumbawa, daerah selatan Lombok seperti Lancing dan Sekotong, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Moyo Hilir, Tambora, Wera, serta ruas Kediri-Kuripan.
Diketahui, lima TRC yang dibentuk di Lombok dan Sumbawa masing-masing terdiri dari 15 orang pegawai Balai Pemeliharaan Jalan PUPR terkait.




