KAYANGAN — Keceriaan tiga remaja yang tengah menikmati masa libur dengan mandi di Air Terjun Tiu Bombong, Desa Pendua, Kabupaten Lombok Utara, berubah menjadi duka. Seorang warga bernama Rozi (25), asal Dusun Sepakok, Desa Santong, dilaporkan hilang tenggelam setelah terseret arus deras pada Senin (20/4/2026).
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.50 WITA. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, debit air terjun meningkat secara tiba-tiba dan ekstrem, membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri ke tepian dan langsung tersapu aliran sungai yang meluap.
Upaya Pencarian Mandiri dan Intervensi SAR
Sebelum melaporkan kejadian kepada pihak berwenang, warga setempat sempat melakukan upaya pencarian mandiri selama dua jam. Namun, kondisi medan dan arus yang masih membahayakan membuat pencarian tidak membuahkan hasil. Kantor SAR Mataram kemudian menerjunkan Tim Rescue dari Unit Siaga SAR Bangsal segera setelah menerima laporan pada pukul 13.30 WITA.
Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal, I Gusti Komang Aryadana, menyatakan bahwa tim telah menyisir area sekitar titik jatuh hingga ke hilir sungai menggunakan peralatan SAR air lengkap. “Hingga sore tadi korban belum ditemukan. Mengingat faktor cahaya dan keamanan personel, pencarian akan kami lanjutkan kembali besok pagi,” ujar Gusti Komang, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.
Kolaborasi Unsur Gabungan
Operasi pencarian ini melibatkan sinergi luas dari berbagai pihak, menunjukkan solidaritas kuat di Lombok Utara. Unsur yang terlibat antara lain Polsek Kayangan, Koramil Gangga, Damkar Pos Kayangan, PMI Gangga, serta organisasi pecinta alam seperti GPA Santong dan Rimba Raya Bentek.
Warga dan wisatawan diimbau untuk ekstra waspada saat beraktivitas di kawasan air terjun, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu di wilayah pegunungan yang dapat memicu banjir kiriman secara mendadak.




