HAMBALANG — Presiden Prabowo Subianto menerima kedatangan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon A. Mantiri, di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu sore (9/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Dirut Pertamina melaporkan perkembangan strategis terkait implementasi Program Mandatori B50 (Biodiesel 50%) yang telah diluncurkan pada bulan lalu, serta kesiapan infrastruktur menyambut tahapan mandatori bioethanol nasional.
Tabel Lengkap Audit Strategis: Kebijakan Energi dan Reformasi BUMN | Parameter Kebijakan | Detail & Arahan Strategis |
|---|---|
| Pertemuan Strategis | Presiden Prabowo Subianto dan Dirut Pertamina Simon A. Mantiri di Hambalang (9/8/2026). |
| Progress Energi Hijau | Laporan kemajuan Program Mandatori B50 dan kesiapan infrastruktur bioethanol. |
| Instruksi Pemangkasan | Perintah penghapusan birokrasi berlapis serta anak dan cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lain. |
| Tujuan Restrukturisasi | Mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan produktivitas, serta menjaga efisiensi korporasi negara. |
Selain mengevaluasi transisi energi hijau, Presiden Prabowo secara khusus memberikan instruksi tegas mengenai perampingan struktur organisasi korporasi negara. Kepala Negara memerintahkan pemangkasan lapisan birokrasi (layers) serta entitas anak dan cucu perusahaan di tubuh PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya.
Langkah restrukturisasi ini diambil guna memastikan proses pengambilan keputusan berjalan lebih cepat dan fleksibel di tengah dinamika global. Melalui perampingan tersebut, pemerintah berharap produktivitas operasional meningkat secara signifikan sekaligus menjaga tingkat efisiensi fiskal di seluruh sektor BUMN.




