AMBARA

Tenggelam di Lautan Biru, Berharap Plt Menhan Ikut Nyemplung: Drama USS Abraham Lincoln yang Bikin Kru Pengin Resign Jadi Manusia

​KALAU ANDA MENGIRA penderitaan terberat di dunia ini adalah terjebak macet di perempatan saat jam pulang kantor, itu artinya Anda belum pernah dengerin curhatan pelaut kapal induk Amerika Serikat. Di tengah ganasnya ombak samudra, ada sebuah kapal raksasa bertenaga nuklir yang isinya bukan cuma bom dan jet tempur, melainkan tumpukan rasa stres kelas berat: USS Abraham Lincoln.

​Kapal induk kebanggaan Paman Sam ini mendadak viral bukan karena sukses menaklukkan musuh, tapi karena berhasil memecahkan rekor dunia: 9 bulan alias lebih dari 250 hari ngeliat air laut doang tanpa pernah menginjak daratan!

​Ketika Pelaut Mulai Berhalusinasi Lumba-Lumba Jadi Pramusaji Resto

​Bayangkan rasanya: terkurung di dalam besi mengapung raksasa bareng 5.000 orang lainnya, toilet sering mampet, pancuran kamar mandi berjamur mirip kebun lumut, dan yang paling horor, jadwal pulang yang statusnya lebih abu-abu dari mantan pacar.

​Akibat tekanan mental yang sudah melampaui batas kewajaran, beberapa kru dikabarkan nekat mencoba aksi overboard—alias terjun bebas ke laut demi mencari ketenangan batin yang hakiki. Ya, ketimbang ngeliat muka komandan yang itu-itu lagi, ngobrol sama ikan hiu mungkin terasa jauh lebih menenangkan.

​Usut punya usut, kapal ini disekap di perairan Timur Tengah demi misi jaga-jaga kalau sewaktu-waktu ada perang dunia jilid sekian. Niat awal berangkat November 2025 dengan janji manis bakal pulang Mei 2026, eh, sampai Agustus 2026 ini mereka masih disuruh muter-muter aja kayak abang nasi goreng keliling kompleks.

​Reaksi Pejabat Pentagon: “Ah, Itu Cuma Ilusi, Mereka Cuma Kurang Piknik!”

​Tentu saja, ketika berita tentang kondisi mental kru dan toilet rusak ini bocor ke daratan, keluarga prajurit langsung ngamuk di balai kota San Diego. Para politisi di Kongres pun langsung pasang muka galak, ngirim surat cinta penuh ancaman ke Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Plt. Menhan Hung Cao.

​Tapi, apa reaksi petinggi militer kita tercinta di Pentagon?

Dengan penuh percaya diri, Menhan Pete Hegseth langsung menepis semua laporan itu. Menurutnya, berita soal kondisi kapal yang mengenaskan itu adalah kesalahpahaman belaka.

“Mana ada toilet rusak? Itu cuma akal-akalan mereka aja biar dapet jatah cuti. Para prajurit kita justru sangat bahagia bisa kerja 24 jam nonstop sambil ngirup udara laut yang asin!” (Kira-kira begitu barangkali isi kepala pejabat kalau diterjemahkan ke bahasa rakyat jelata).

​Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) dengan gagah berani bilang bahwa para pelaut Lincoln tetap menunjukkan “ketangguhan luar biasa” di tengah ribuan misi terbang. Pujian setinggi langit ini tentu sangat menghibur para kru yang sudah lupa rasanya tidur di kasur busa empuk atau makan seblak level pedas di pinggir jalan.

​Pesannya jelas untuk kita semua: betapapun lelahnya hidup Anda di daratan—ngurusin cicilan KPR, bos toxic, atau jemuran nggak kering-kering—syukurlah Anda tidak jadi pelaut di USS Abraham Lincoln. Setidaknya, kalau Anda mau kabur dari rumah, Anda nggak perlu minjem kapal selam nuklir dulu!

Foto cover: USS ABRAHAM LINCOLN (Pinterest Steve O Chilero/istimewa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *