MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan solidaritas kemanusiaan bagi korban terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berlanjut. Komitmen tersebut mencakup pengawalan penuh hingga tahapan pemulihan (recovery) dan rekonstruksi rampung.
Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, menyatakan bahwa pengalaman menghadapi gempa besar di Lombok pada 2018 menjadi landasan kuat bagi masyarakat NTB dalam memahami kompleksitas pascabencana. Menurutnya, dampak bencana melampaui kerusakan fisik bangunan dan meninggalkan trauma psikologis mendalam bagi para penyintas.
”Kehadiran relawan NTB di sana bukan sekadar membawa bantuan fisik, tetapi hadir layaknya keluarga yang datang untuk saling menguatkan,” ujar Ahsanul, Selasa, 25 Agustus 2026.
Audit Strategis: Solidaritas Kemanusiaan NTB untuk NTT
| Faktor Kunci | Detail Komitmen Pemerintah & Masyarakat NTB |
|---|---|
| Cakupan Bantuan | Berlanjut hingga fase pemulihan (recovery) dan rekonstruksi pascabencana. |
| Pendekatan Relawan | Hadir layaknya keluarga untuk menguatkan mental dan pemulihan trauma warga. |
| Ikatan Hubungan | Didasari kedekatan wilayah, serta ikatan sejarah, sosial, dan budaya yang kuat. |
*Sumber: Pemprov NTB (Data diolah)
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa hubungan antara NTB dan NTT tidak terbatas pada aspek administratif kewilayahan semata, melainkan didasari oleh ikatan sejarah, sosial, dan budaya yang mengakar kuat. Pengawalan secara berkelanjutan dinilai sebagai ujian utama dalam mendampingi masyarakat terdampak hingga tuntas.




